Heryawan: Cegah Jalan Rusak, Angkutan Pasir Besi Melalui Laut

Pembangunan ruas jalan baru kini masih berlangsung di Jawa Barat (Jabar) bagian Selatan, meliputi Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis. caption id attachment 61675 align aligncenter width 460 Gubernur Jawa Barat, Ahmad

Heryawan: Cegah Jalan Rusak, Angkutan Pasir Besi Melalui Laut

Oleh : Agus Dinar GARUT, FOKUSJabar.com : Pembangunan ruas jalan baru kini masih berlangsung di Jawa Barat (Jabar) bagian Selatan, meliputi Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis. [caption id="attachment_61675" align="aligncenter" width="460"] Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 Hijriah dan peletakan batu pertama renovasi Masjid Agung Al-Ilyas, Malanggong, Garut, Selasa (5/11)[/caption] Alokasi anggaran 2013 dari pemerintah pusat sebesar Rp1 triliun, perbaikan dan pelebaran juga dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Jabar Selatan. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan wartawan di Garut, Selasa, 5 November 2013, seputar jalan rusak di sejumlah ruas di Kabupaten Garut. "Faktanya, soal kondisi infrastruktur jalan di Jawa Barat, kita mencatat banyak kemajuan. Contohnya, kalau dahulu dari Pelabuhan Ratu ke Pangandaran off-road, sekarang on-road. Tinggal di beberapa spot di Garut dan Tasik ada kerusakan," papar Heryawan seraya menambahkan perbaikan sedang berlangsung, yang ditopang anggaran pemerintah pusat. Berkaitan dengan pembangunan jalan baru serta perbaikan dan pelebaran jalan tersebut, Gubernur menandaskan pentingnya mengurangi faktor yang menyebabkan kerusakan jalan terjadi. Salah satunya, lalu-lintas angkutan pasir besi. Atas masalah ini, Gubernur mengingatkan, para pengusaha tambang pasir besi untuk segera melakukan pengiriman pasir besi melalui jalur laut --yang sebelumnya via jalan darat. Di Kabupaten Ciamis, sebagian pengusaha tambang pasir besi sudah melaksanakannya. Dermaga untuk keperluan ini telah dibangun. Secara bertahap, pengusaha tambang pasir besi di kabupaten/kota lain juga harus memindahkan jalur pengirimannya melalui laut. Kebijakan ini, kata Heryawan lagi, didasari juga oleh Undang-undang tentang pertambangan yang baru. Di sini diatur mengenai moratorium kegiatan pertambangan, termasuk pasir besi. Selain memindahkan jalur pengiriman hasil tambangnya ke jalur laut, Heryawan menjelaskan, pengusaha juga diwajibkan untuk melakukan pengolahan di lokasi tambang. "Peraturan baru melarang pengiriman pasir mentah. Pengusaha wajib melakukan pengolahan sehingga hanya unsur besinya yang dikirim," tutur Heryawan. [caption id="attachment_61766" align="aligncenter" width="450"] Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri Peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1435 Hijriah di Masjid Besar Al-Ilyas di Malangbong, Kabupaten Garut, Selasa, 5 November 2013.(Foto : Istimewa)[/caption] Aturan itu harus diterapkan para pengusaha tambang lama. Sementara penerbitan izin baru pertambangan melalui proses yang ketat. "Begitulah maksud moratorium," ujar Gubernur. Heryawan berada di Garut untuk menghadiri sejumlah kegiatan kemasyarakat. Kunjungan kerja pertama dilakukan ke Pesanteren Darul Muwahiddin, selanjutnya mengikuti kegiatan jalan sehat ribuan warga yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Garut. [caption id="attachment_61765" align="aligncenter" width="450"] Usai perayaan tahun baru Islam, disaksikan sekitar seribu warga, Gubernur yang juga disapa Aher, meletakkan batu pertama renovasi Masjid Al-Ilyas.(Foto : Istimewa)[/caption] Usai bersama KNPI, Heryawan menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1435 Hijriah dan peletakan batu pertama renovasi Masjid Agung Al-Ilyas, Malanggong, Garut. Dari Malangbong, Gubernur bersama sejumlah pejabat Pemprov Jabar menghadiri Reuni Himpunan Alumni Miftahul Huda di Kabupaten Tasikmalaya. (WDJ)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA