Hati-hati! 48 Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya

Oleh M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sampai akhitr tahun ini ditemukan 48 kosmetika yang mengandung bahan berbahaya dilarang. Mengingat hal itu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Maka

Hati-hati! 48 Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM : Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sampai akhitr tahun ini ditemukan 48 kosmetika yang mengandung bahan berbahaya/dilarang. Mengingat hal itu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung sesuai arahan Badan POM mengeluarkan peringatan publik warning untuk masyarakat. [caption id="attachment_14293" align="aligncenter" width="460"] Kepala BBPOM menunjukan salah satu obat palsu (Foto: M Jatnika Sadi[/caption] Plt. Kepala BBPOM Bandung, Ujang Supriatna mengaku selain himbauan ia secara rutin dan berkesinambungan melakukan pengawasan peredaran kosmetika, termasuk kemungkinan penggunaan bahan berbahaya/dilarang dalam sediaan kosmetika. “Langkah ini tujuannya agar masyarakat tidak menggunakan kosmetika tersebut karena dapat membahayakan kesehatan. Meskipun adanya penurunan dari tahun 2011 yang jumlah temuan 0,70 persen dibanding tahun 2012 jumlah temuan 0,42 persen, namun kita akan terus gencar memerangi hal itu,” ujarnya kepada wartawan di Kantor BBPOM Bandung, Kamis (27/12). Karena temuan ini merupakan tindak pidana, maka kasusnya telah dibawa ke pengadilan bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya. Selama lima tahun terakhir sejumlah 219 kasus diajukan ke pengadilan dengan sanksi putusan pengadilan paling tinggi hukuman penjara 2 tahun 1 bulan namun hal itu dipandang belum menimbulkan efek jera bagi pelaku tindak pidana di bidang obat dan makanan. “Badan POM berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor antara lain dengan Pemda Kab/Kota (Dinas Kesehatan/Dinas Perindustrian/Dinas Perdagangan) – Kepolisian serta Asosiasi dalam pengawasan dan penanganan kasus kosmetika mengandung bahan berbahaya/ dilarang. Selain itu, dilakukan pula pembinaan/advokasi kepada UKM kosmetika,” bebernya. Masyarakat dihimbau untuk tidak menggunakan kosmetika mengandung bahan berbahayakarena dapat menyebabkan risiko bagi kesehatan bahkan dapat berakibat fatal. Untuk mengetahui barang yang layak atau tidak, obat atau makanan tersebut layak atau tidak di konsumsi bisa membuka //pom.go.id/. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA