Geje Ya! Debat Cagub/Cawagub Semalam

Debat lima kandidat calon Gubernur dan Wakil gubernur Jawa Barat berlangsung atraktif. Kelima kandidat pun memanfaatkan isu krusial untuk saling serang. Sesi pertama debat yang disiarkan langsung salah satu stasiun televisi swasta itu, awalnya berjalan

Geje Ya! Debat Cagub/Cawagub Semalam

Oleh: Solihin JAKARTA,FOKUSJabar.com: Debat lima kandidat calon Gubernur dan Wakil gubernur Jawa Barat berlangsung atraktif. Kelima kandidat pun memanfaatkan isu krusial untuk saling serang. Sesi pertama debat yang disiarkan langsung salah satu stasiun televisi swasta itu, awalnya berjalan datar-datar saja. Kelima kandidat hanya berkomunikasi satu arah menjawab pertanyaan sejumlah pakar yang dikemas dalam rekaman video. Namun, jalannya debat mulai terasa atraktif ketika sudah memasuki sesi kedua. Pada sesi tersebut, masing-masing kandidat diberikan pilihan untuk memilih lawan debatnya secara acak dan saling bergantian. Debat dimulai antara pasangan nomor lima Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki dengan pasangan nomor urut tiga Dede Yusuf-Laksamana. Rieke pun langsung menyerang Dede Yusuf dengan mengangkat isu krusial berupa kerusakan insfrastruktur jalan sepanjang 120 kilo meter di Cianjur Selatan. "Selama kepemimpinan anda, masyarakat mengeluhkan buruknya insfrastruktur di wilayah itu," tutur Rieke dengan nada sedikit menantang. Dede Yusuf yang terlihat lebih menguasai panggung itupun langsung menyambut pertanyaan Rieke. Keduanya pun sempat terlibat debat mempersoalkan distribusi hasil tambang berupa galian C yang dituding sebagai penyebab kerusakan. "Yang pasti, pemerintah sudah membuat moratoriun penambangan galian C di wilayah itu," tegas Dede. Debat pun terjadi pada pasangan lain, ketika masing-masing mendapatkan kesempatan untuk memilih lawan debatnya. Semakin lama, instensitas debat pun semakin memanas. Bahkan, kelima kandidat tidak lagi mengangkat isu krusial yang dihadapi Jabar saat ini. Mereka malah memilih menyerang lawan debatnya melalui pertanyaan seputar isu yang mengarah pada pribadi masing-masing kandidat. "Pendidikan politik di Jabar dirasa masih kurang, yang saya ingin tanyakan, apa tanggapan anda tentang dinasti pemerintahan," tutur Dede Yusuf saat melontarkan pertanyaan pada Irianto MS. Syafiudin atau yang lebih dikenal dengan Yance. Kontan saja, Yance pun bereaksi dan langsung menjawab pertanyaan yang mengarah pada pribadinya. Seperti diketahui, jabatan Bupati Indramayu yang sebelumnya diduduki Yance dua periode berturut-turut berpindah pada Anah Sopianah yang juga isterinya. "Soal dinasti dalam pemerintahan itu sah sah saja, itu kan hak asasi yang dimiliki siapapun. Terlebih rakyat yang menentukan, karena suara rakyat itu suara Tuhan, kenapa dipersoalkan, saya jadi aneh sama kang Dede," jawab Yance dengan nada ceplas ceplosnya. Isu-isu yang mengarah pada sisi-sisi pribadi masing-masing kandidat pun terus bermunculan seperti soal isu ketidakharmonisan antara Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA