Gawat! Jatim Membatasi Pengiriman Sapi ke Jabar

Oleh Solihin BANDUNG,FOKUSJABAR.COM Produksi sapi bakalan di Jawa Barat hanya sekitar 48.000 50.000 ekor per tahun atau belum mencukupi kebutuhan sapi potong yang mencapai 500.000 ekor per tahun. nbsp Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Ja

Gawat! Jatim Membatasi Pengiriman Sapi ke Jabar

Oleh:Solihin BANDUNG,FOKUSJABAR.COM : Produksi sapi bakalan di Jawa Barat hanya sekitar 48.000-50.000 ekor per tahun atau belum mencukupi kebutuhan sapi potong yang mencapai 500.000 ekor per tahun.   Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadi di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/12). Bahkan menurutnya, Jabar kesulitan mendapatkan sapi bakalan. "Produksi sapi bakal Jabar sangat kecil. Jika dikurangi populasi sapi betina maka jumlahnya hanya mencukupi 5 persen kebutuhan sapi potong yang sangat tinggi," katanya. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan sapi tersebut, Jabar biasa mendapat pasokan dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lainnya. Dalam setahun saja pemotongan sapi di Jabar mencapai 356.000 ekor. "Selain dari dua wilayah itu, pasokan sapi itu juga di bantu impor yang mencapai 130.000 ton per tahun," jelasnya. Tidak hanya itu, pasokan sapi bakalan pun terancam menurun, menyusul kebijakan pemerintah provinsi Jatim yang membatasi pengiriman sapi. Dimana dalam Surat Edaran dari Dinas Peternakan Jatim itu, menyatakan bahwa sapi bisa keluar setelah memiliki bobot lebih dari 400 kilogram. "Madura pun melakukan pembatasan pengiriman sapi harus berbobot di atas 250 kilogram," ucapnya. Melihat kondisi itu, pemerintah provinsi Jabar akan mengirim surat permohonan kepada pemerintah provinsi Jatim untuk melakukan penangguhan peraturan pembatasan sapi tersebut. Sebab peraturan tersebut akan semakin menyulitkan Jabar dalam upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi di masyarakat. Sebagai catatan pasokan sapi dari luar Jabar dalam sehari mencapai 350 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen tergolong sapi siap potong, 20 persen sapi bakalan dan sisanya sapi bibit. "Dalam waktu dekat, Gubernur Jabar akan mengirim surat dan telepon kepada Gubernur Jatim supaya tidak ada pembatasan pengiriman sapi. Selain itu, Dirjen Peternakan juga akan membantu upaya penangguhan peraturan pembatasan tersebut," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA