Forum Ki Sunda Sesalkan Baligo Aher-Mizwar Telan Korban

Forum Ki Sunda berharap tim kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Heryawan dan Dedy Mizuar bertanggung jawab atas baligo yang memakan korban. caption id attachment 20228 align aligncenter width 460 Foto Ilustrasi (Foto Agus

Forum Ki Sunda Sesalkan Baligo Aher-Mizwar Telan Korban

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Forum Ki Sunda berharap tim kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Heryawan dan Dedy Mizuar bertanggung jawab atas baligo yang memakan korban. [caption id="attachment_20228" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi (Foto: Agus Somantri)[/caption]   Mereka menilai kecelakaan yang menimpa M Iqbal (17 Th) mahasiswa Fak. Kedokteran UNISBA adalah kelalaian dari tim kampanye Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar. Pasangan yang diusung oleh Partai Hanura, PKS, PPP dan PBB membuat Iqbal harus menjalani operasi mata akibat tertusuk penyangga baliho yg dipasang di tiang listrik. "Karena pemasangan baliho ini telah melanggar aturan antara lain dekat dengan kelurahan (instansi pemerintahan) dan jelas mengandung unsur kelalaian, maka kepolisian dan panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu-red) harus turun tangan menyelidiki hal ini," ujar Sekjen Forum Ki Sunda, Andri P Kantaprawira, dalam rilis yang diterima FOKUSJabar.com, Jumat (8/2). Dia berharap intansi terkait dan pihak berwenang secepatnya tanggap menangani adanya kemungkinan tindak pidana umum dan tindak pidana pemilu. Bahkan hingga saat ini tim kampanye Ahmad Heryawan belum menjenguk korban yang menunjukkan ketidakresponan calon. "Tim Paslon (pasangan calon) Ahmad Heryawan - Dedi Mizwar tidak respon terhadap peristiwa ini dan terlihat ada kekacauan sistem kerja internal mereka dalam berkampanye. Ahmad Heryawan sebagai paslon yang g paling banyak memasang baliho, spanduk, poster sebagai alat kampanye luar (outdoor)," keluhnya. Seharusnya pasangan calon itu untuk mengecek kembali (mensupervisi) alat-alat kampanye luarnya jangan sampai ada yang melanggar aturan, tapi kelihatannya malah dibiarkan. "Hal ini juga berlaku bagi paslon lainnya. Politik baligokarchy yang tidak beraturan seharusnya dihentikan. Sebaiknya menggunakan cara-cara yang lebih tertib dan bersih dalam memperkenalkan diri dan programnya melalui media-media lain," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA