FGII Mendesak SBY Mencopot Mendikbud

DPP FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dipegang Mohammad Nuh. Sebab, Mendikbud gagal melaksanakan UN 2013 secara serentak di seluruh Indonesia.

FGII Mendesak SBY Mencopot Mendikbud

Oleh: M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com: DPP FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dipegang Mohammad Nuh. Sebab, Mendikbud gagal melaksanakan UN 2013 secara serentak di seluruh  Indonesia. "Ada 11 provinsi tidak dapat melaksanakan UN, maka kemungkin kebocoran soal UN bisa terjadi. Padahal pesiapan pelaksanaan UN sudah setahun," kata Sekretaris Jenderal FGII, Iwan Hermawan dalam sambungan telpon, Minggu (14/4) malam. Selain itu, FGII menilai, Mendikbud telah merendahkan martabat guru dengan memandang sebelah mata profesi guru. Guru sebagai pelaksana UN saat ini, tidak mendapat kepercayaan bahkan dipandang akan melakukan perbuatan melanggar. “Kunci tempat penyimpanan soal pun dipercayakan kepada polisi dan dosen. Padahal berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 58 disebutkan, evaluasi peserta didik dilakukan oleh pendidik,” keluhnya. Lebih parahnya, UN telah ‘disakralkan’, bahkan overacting dengan penjagaan yang luar biasa, dari ratusan ribu polisi dan Angkatan Laut. Padahal hasil UN hanya menentukan 60 persen kelulusan siswa. “Bahkan siswa yang sudah lulus UN pun belum tentu lulus sekolah jika guru PPKn, guru agama, olahraga dan seni budaya tidak memberikan nilai baik,” jelasnya. Iwan berharap, pelaksanaan konsep UN dilaksanakan setelah pemerintah meningkatkan kualitas guru, sarana prasarana pendidikan dan akses informasi di seluruh wiliyah di Indonesia. Hal itu, sebagaimana amar putusan PN Jakarta Pusat. “Buktinya, kualitas guru hasil UKG rendah, yakni rata-rata 42. Bahkan, 70 ribu bangunan sekolah runtuh dan akses informasi masih sulit di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA