Eng Ing Eng, Kampanye Paten “Merembes” ke Kantung Lawan

Plt Ketua DPD PDID Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin mengaku akan merubah strategi kampanye pemenangan pasangan Rike Diah Pitaloka Teten Masduki sebagai Gubernur Jawa Barat. Jika dulu kita pakai strategi apel akbar, kini kita pakai strategi masuk ke kantu

Eng Ing Eng, Kampanye Paten “Merembes” ke Kantung Lawan

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Plt Ketua DPD PDID Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin mengaku akan merubah strategi kampanye pemenangan pasangan Rike Diah Pitaloka-Teten Masduki sebagai Gubernur Jawa Barat. "Jika dulu kita pakai strategi apel akbar, kini kita pakai strategi masuk ke kantung lawan secara perlahan," kata Tubagus di Gedung DPRD Jabar, Kamis(7/2). [caption id="attachment_14523" align="aligncenter" width="460"] Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Barat, Tubagus Hasanudin(Foto: Anggun Gumilar)[/caption]   Menurutnya, strategi melalui apel akbar untuk Pilgub kurang strategis dan membutuhkan biaya besar. Untuk itu pihaknya hanya akan mengadakan tiga kali apel akbar. Sebab apel yang hanya diisi para kader, setelah dievaluasi pun hasilnya kurang menyentuh ke bawah. "Jadi nanti kita akan menjadikan apel akbar sebagai koordinasi kesiapan internal kader dan simpatisan utama saja," terangnya. Adapun apel akbar direncakana dari Kabupaten Bandung dan melingkar di wilayah Tapal Kuda, dari Subang hingga Cirebon yang juga basis PDIP. Untuk pelaksanaan apel akbar tersebut, saat ini DPD masih mengatur jadwalnya menyesuaikan dengan Megawati. "Rencananya Ibu Mega akan hadir dalam apel akbar ini," katanya. Lebih lanjut TB mengungkapkan bahwa strategi yang akan dilakukan kali ini, lebih kepada pendekatan langsung ke kantung-kantung suara lawan. Hal tersebut dianggap paling strategis, terlebih dengan basis militan. "Tapi tetap kita butuh simpati lain. Makanya kita akan masuk di kantung lawan," jelasnya. Yang jelas, DPD PDI sudah menyiapkan strategi khusus untuk menjalankan infiltrasi ke kantung lawan. Hal ini penting sebagai penunjang proses dan diyakini bisa lancar tanpa friksi. "Intinya dalam proses ini, kita tidak ingi ada konflik di bawah. Sebab untuk memenangkan Paten, kita butuh simpati bukan konflik. Kita bergerak senyap untuk menang. Kami akan menang tanpa konflik di lapangan," tukasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA