Empat Pembunuh Siswa SMAN 1 Dayeuhkolot, Dihukum Masing-masing 10 Tahun

Oleh Adinar BANDUNG FOKUSJabar Empat terdakwa kasus pembunuhan siswa SMAN 1 Dayeuhkolot Ardi (16), yakni AFB, APP, TR dan BG divonis kurungan penjara selama 10 tahun. Dalam sidang di PN Bale Bandung Kamis (3 10), para terdakwa telah terbukti dengan sah

Empat Pembunuh Siswa SMAN 1 Dayeuhkolot, Dihukum Masing-masing 10 Tahun

Oleh :Adinar BANDUNG FOKUSJabar: Empat terdakwa kasus pembunuhan siswa SMAN 1 Dayeuhkolot Ardi (16), yakni AFB, APP, TR dan BG divonis kurungan penjara selama 10 tahun. Dalam sidang di PN Bale Bandung Kamis (3/10), para terdakwa telah terbukti dengan sah melakukan pembunuhan. [caption id="attachment_57260" align="aligncenter" width="460"] Empat terdakwa kasus pembunuhan siswa SMAN 1 Dayeuhkolot Ardi (16), yakni AFB, APP, TR dan BG divonis kurungan penjara selama 10 tahun(foto: Adinar)[/caption] Ketua Majelis Hakim Muhamad Nur, menyatakan keempat terdakwa terbukti melanggar pasal 339 KUHPidana. Disebutkan vonis yang diberikan kepada ketiga terdakwa hanya setengah dari masa hukuman, sebab ketiga terdakwa masih berada di bawah umur. "Menyatakan terdakwa secara terbukti sah turut serta melakukan pembunuhan dengan pemberatan. Dijatuhkan hukuman selama 10 tahun dikurangi masa tahanan," kata Muhamad Nur, saat membacakan putusan. Sidang digelar sekitar pukul 10.00 WIB. Selama satu jam majelis halim membacakan fakta persidangan dan putusan bagi keempat terdakwa. Para terdakwa hanya bisa tertunduk mendengarkan putusan tersebut. Mengenakan baju muslim dengan warna yang berbeda-beda dipadu celana kain hitam dan sendal jepit, mereka terlihat menyesali perbuatannya. "Para terdakwa terbukti melanggar pasal 339 karena telah melakukan pembunuhan disertai atau didahulukan dengan tindak pidana. Ancaman hukuman yang diberikan selama 20 tahun namun dikarenakan para terdakwa masih di bawah umur hukuman yang diberikan hanya setengah dari yang ditentukan," ujar Nur. Setelah pembacaan putusan persidangan, keempat terdakwa masih memikirkan vonis yang diberikan. Majelis hakim memutuskan untuk memberikan waktu tujuh hari bagi para terdakwa. Selama persidangan berlangsung, sejumlah keluarga korban pun tidak bisa menahan tangis. Raut muka kerabat korban yang hadir begitu kesal melihat keempat terdakwa. Sebelum persidangan dimulai, keluarga korban sudah memenuhi halaman PNBB sejak pagi hari. Aparat kepolisian pun menggiring keluarga korban untuk memasuki ruang persidangan. Untuk pertama kalinya kerabat korban bisa melihat secara langsung sidang tersebut. Tidak terjadi kericuhan saat keempat terdakwa dibawa ke ruang sidang. Situasi masih bisa dikendalikan pihak kepolisian. Namun setelah sidang selesai, keluarga korban langsung memburu para terdakwa. Pihak kepolisian berupaya untuk segera melarikan para terdakwa ke ruang tahanan. Salah seorang terdakwa AFB, sempat menjadi bulan-bulanan kekesalan keluarga. Ia dipukuli oleh kerabat korban. Keluarga korban pun sempat beradu mulut dengan aparat kepolisian yang mengamankan para terdakwa. Keluarga nampak kesal dan tidak menerima vonis yang dijatuhkan kepada para terdakwa. Irawan (57), ayah Ardi menuturkan, ia menerima putusan majelis hakim. Ia menghormati keputusan yang telah dibuat. Walau secara hati nurani ia menginginkan semua terdakwa untuk dihukum mati. "Ini kan negara hukum jadi saya menerima. Kalau ini negara islam sudah saya bunuh para terdakwa," kata Irawan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA