Demi Kenyamanan Pelancong, Baksil Akan Dilengkapi Fasilitas

Walikota Bandung, Dada Rosada, mengatakan pembangunan restoran di wilayah Baksil (Babakan Siliwangi) untuk menarik wisatawan dan mengahasilkan uang sesuai dengan status Bandung sebagai kota Jasa. caption id attachment 13579 align aligncenter width

Demi Kenyamanan Pelancong, Baksil Akan Dilengkapi Fasilitas

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Walikota Bandung, Dada Rosada, mengatakan pembangunan restoran di wilayah Baksil (Babakan Siliwangi) untuk menarik wisatawan dan mengahasilkan uang sesuai dengan status Bandung sebagai kota Jasa. [caption id="attachment_13579" align="aligncenter" width="460"] Walikota Bandung, Dada Rosada(Foto: FOKUSJabar.com)[/caption]   "Bagaimana pun juga Bandung sebagai kota jasa, salah satunya dalam rangka pariwisata, kita butuh orang datang ke Bandung untuk mengeluarkan uang, dia belanja atau dia tidur, kita punya pajak hotel, parkir dan lain sebaginya," ujarnya kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (6/2) Menurut Dada, hutan kota Baksil dibuat bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dapat dinikamti baik hanya sekedar duduk-duduk, belajar dan menikmati suasana. "Orang datang ke situ terserah, asal jangan merusak. Mau rekreasi, bawa anak, jalan jalan, tapi kalau lelah, mau buang air dimana, masa di pohon.Makanya kita dibuat WC, Musola untuk solat, tempat untuk berteduh dan makan minum, dan itu bayar. toh pembangunannya tidak banyak memakan lahan," jelasnya. Dada menegaskan, bahwa dengan adanya hutan kota yang ditunjang dengan beberapa fasilitasdapat menambah daya tarik. Menurutnya beberapa hutan kota yang ada di negara lain pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas. "Negara Singapura, Malaysia dan Cina pun sama. Ada hutan seperti Baksil dan di Singapura yang keras soal lingkungan, saya pernah makan di dalam hutan kotanya. Ada bangunannya, bahkan ada seperti UPT atau museum yang menjelaskan tentang hutan tersebut," tuturnya. Terkait kondominium, Dada mengaku tidak akan pernah memberikan izin, pasalnya sudah beberapa kali pengembang mengajukan, namun ditolak.  (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA