Cucok! Kepala BPPT Bandung Maju ke Pilwalkot, Jawabannya Diplomatis Terus Sih

Jelang Pilwalkot (Pemilihan Walikota) Bandung mendatang, sejumlah nama muncul kepermukaan dari kalangan politisi, akademisi termasuk birokrasi dan digadang gadangkan sebagai Cawalkot (calon walikota) maupun Cawawalkot (calon wakil walikota). caption

Cucok! Kepala BPPT Bandung Maju ke Pilwalkot, Jawabannya Diplomatis Terus Sih

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Jelang Pilwalkot (Pemilihan Walikota) Bandung mendatang, sejumlah nama muncul kepermukaan dari kalangan politisi, akademisi termasuk birokrasi dan digadang-gadangkan sebagai Cawalkot (calon walikota) maupun Cawawalkot (calon wakil walikota). [caption id="attachment_20606" align="aligncenter" width="460"] Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) Kota Bandung, Dandan Riza Wardhana (Foto: web)[/caption]   Salah satunya Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) Kota Bandung, Dandan Riza Wardhana yang konon akan disunting oleh PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sebagai calon wakil walikota Bandung. Menyikapi kabar tersebutdia belum mau menanggapi serius urusan bursa calon dalam pemilu tahun ini. Putra mantan Wali Kota Bandung Ateng Wahyudi akan memikirkan kembali terkait kabar tersebu. "Saya apresiasi secara positif. Hanya saja saya belum memutuskan apapun. Banyak pertimbangan. Nggak tahu daftar atau nggak karena harus bilang ke keluarga dan lapor ke pimpinan," ungkap Dandan saat ditemui di kantornya Jalan Cianjur, Rabu (17/1). Dandan yang masuk pada tokoh popularitas dan elektabilitas di Pilwalkot Bandung 2013 berdasarkan salah satu lembaga survei, menegaskan, dirinya akan fokus pada pekerjaan. Bahkan sampai saat ini belum ada komunikasi dengan partai politik manapun. "Komunikasi saya dengan orang partai ya di dewan. Kalau diirik dan masuk bursa, Alhamdulillah. Soalnya prestasi kerja ini tidak sendiri karena dibantu kawan-kawan," ucapnya merendah. Namun saat didesak kesiapannya masuk dalam bursa, dia tidak bisa mengelaknya dan menyatakan siap meskipun dengan jawaban diplomatis. "Setiap profesi itu ada ruang pengabdian. Pengabdian itu bisa di birokrasi dan politik. Bukan selalu dibirokrasi, politik juga bisa," pungkasnya ngeles (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA