Camkan! TKI Tanpa Skil Bahaya Pergi Ke Luar Negeri

Menyoal TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang memaksakan pergi ke luar negeri, Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebutnya bahaya. Sebab menurutnya jika memaksakan berangkat tanpa kemampuan yang memadai (Skill), dikuatirkan mereka tidak mendapat t

Camkan! TKI Tanpa Skil Bahaya Pergi Ke Luar Negeri

Oleh: Solihin KARAWANG,FOKUSJabar.com: Menyoal TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang memaksakan pergi ke luar negeri, Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebutnya bahaya. Sebab menurutnya jika memaksakan berangkat tanpa kemampuan yang memadai (Skill), dikuatirkan mereka tidak mendapat tempat dan perlakuan yang baik di tempat kerjanya. [caption id="attachment_26143" align="aligncenter" width="460"] (Foto: Aher-Deddy Mizwar Media Center )[/caption]   "Mending kalau majikan yang mempekerjakannya baik, kalau sebaliknya bagaimana," kata Heryawan disela kegiatan kampanyenya, Rabu (13/2). Untuk itu, dalam jangka panjang, pendidikan akan memberikan keleluasaan berpikir dan tidak akan begitu saja memberikan "harga diri" untuk bekerja ke luar negeri tanpa skill. Selain itu, pihaknya akan menata regulasi yang baik serta melakukan penataan dan melarang pemberangkatan TKI ke luar negeri tanpa izin dari Pemprov dan Pemkab. Artinya jika ada TKI yang berangkat tanpa izin pemerintah, itu ilegal. "Intinya harus ada pelatihan yang memadai sebelum memberangkatkan TKI. Jelasnya, kata 'Iya' nya ada di pemerintah," tegasnya. Tidak hanya itu, untuk mengurangi ketertarikan masyarakat menjadi TKI, salah satunya dengan pendidikan dan pengembangan UKM di wilayah masing-masing. Kendati begitu, Heryawan mengakui jika persoalan yang dihadapi saat ini adalah masalah kemampuan kerja (keterampilan) para TKI. "Jadi memang harus ada pemberdayaan oleh pemerintah bagi mereka yang tidak punya akses. Dengan begitu mereka akan lebih peka dan memiliki akses yang bisa meningkatkan taraf hidup mereka," jelasnya. Yang jelas pemerintah akan membantu permodalan, pemberdayaan dan pendidikan peningkatan skill. "Caranya, lagi-lagi bansos. Tapi bansos yang bener bukan yang nggak jelas. Kalau nggak pakai bansos, mau dari mana," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA