Beuh! Faktor Ekonomi, Picu Gangguan Jiwa di Perkotaan

Gangguan kesehatan jiwa menjadi permasalahan masyarakat perkotaan. Bahkan data terakhir badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa seperlima penduduk perkotaan dunia mengalami gangguan jiwa, termasuk Kota Bandung. caption id attachment 16829 align

Beuh! Faktor Ekonomi, Picu Gangguan Jiwa di Perkotaan

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Gangguan kesehatan jiwa menjadi permasalahan masyarakat perkotaan. Bahkan data terakhir badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa seperlima penduduk perkotaan dunia mengalami gangguan jiwa, termasuk Kota Bandung. [caption id="attachment_16829" align="aligncenter" width="460"] Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara(Foto: web)[/caption]   Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menuturkan bahwa berdasarkan survei riset kesehatan daerah 2007 silam, sebanyak 19,2 persen penduduk Kota Bandung menderita gangguan jiwa. Banyaknya penderita tersebut, tidak lepas dari permasalahan sosial yang terjadi di Kota Bandung. Faktor ekonomi diduga menjadi penyebab utama timbulnya permasalahan tersebut. Bahkan Ahyani menyebut, dihampir seluruh kelurahan di Kota Bandung, terdapat kantung-kantung pemukiman kumuh. Misalnya di sekitar Jalan Braga yang megah dengan sejumlah perkantoran dan pusat perekonomian, masih terdapat pemukiman kumuh yang kental dengan kemiskinan dan kepadatan penduduk. Dengan151 kelurahan, kondisi pemukiman yang padat dan rentan kemiskinan di Kota Bandung tidak bisa dihindari. "Kondisi seperti itu disinyalir berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa," kata Ahyani dalam'Sarasehan Kota Sehat Jiwa' di Pusdai, Selasa (30/4).(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA