Berkas Perusak Masjid Ahmadiyah Dilimpah ke Kejaksaan

Oleh Ariez Riza Fauzy BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Berkas perkara tersangka oknum anggota Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Asep Abdurahman alias Utep terkait kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Jalan H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, 25

Berkas Perusak Masjid Ahmadiyah Dilimpah ke Kejaksaan

Oleh : Ariez Riza Fauzy BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Berkas perkara tersangka oknum anggota Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Asep Abdurahman alias Utep terkait kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Jalan H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, 25 Oktober 2012 lalu, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandung. [caption id="attachment_10120" align="aligncenter" width="460"] Ilustrasi Pengrsakan Masjid (Foto: justisianew)[/caption] Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Wijonarko mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil jawaban dari pihak kejaksaan. "Berkas sudah dilimpahkan beberapa waktu yang lalu dan kami menunggu jawaban dari pihak kejaksaan," katanya, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Kamis (13/12). Disinggung keoptimisan kasus ini memasuki tahap P-21, dirinya yakin akan perkara tersebut akan memasuki tahap tersebut. Namun semuanya dikembalikan lagi kepada kejaksaan. "Untuk berkas sendiri kami rasa sudah lengkap dan diharapkan tidak menemui kendala agar bisa masuk proses selanjutnya (persidangan)," paparnya. Wijonarko mengungkapkan, bahwa tersangka Utep sendiri masih meringkuk di ruang tahanan Polrestabes Bandung. "Tersangka dijerat Pasal 170 KUH Pidana. Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 406 KUH Pidana tentang perusakan, dan Pasal 335 KUH Pidana tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman 5 tahun penjara," ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Utep ditahan karena merusak kaca jendela Masjid An-Nasir di jalan Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar. Motif didasari lantaran masjid Ahmadiyah tersebut ada aktivitas dan menurut tersangka sejak keluarnya pergub Jabar, segala bentuk aktifitas Ahmadiyah dilarang. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA