Bela Jatim di PON XIX, Kesempatan Glen dan Ressa Berlaga di Porda Jabar XIII Tertutup‎

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jabar menegaskan tidak menerima dan menolak atlet renang asal Jabar yang pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 kemarin berbelot membela provinsi lain untuk berla

Bela Jatim di PON XIX, Kesempatan Glen dan Ressa Berlaga di Porda Jabar XIII Tertutup‎

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jabar menegaskan tidak menerima dan menolak atlet renang asal Jabar yang pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 kemarin 'berbelot' membela provinsi lain untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII. Hal ini seiring dengan munculnya wacana akan berlaganya dua atlet Jabar yang membela Jatim di PON XIX akan turun di Porda Jabar XIII. Kedua atlet tersebut yakni Glen Victor Susanto dan Ressa Kania Dewi. Keduanya merupakan dua atlet andalan asal Jabar yang pada PON XIX kemarin justru membela Jatim. Sebelumnya pada Porda Jabar XII tahun 2014 di Kabupaten Bekasi, Glen dan Ressa justru tampil membela kota dan kabupaten di Jabar. Glen membela kontingen Kabupaten Bogor, sedangkan Ressa membela kontingen Kota Bandung. Keduanya saat ini tengah membela Indonesia di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. "‎Untuk atlet yang pada PON XIX kemarin tidak mewakili Jabar, sudah dipastikan tidak akan tampil dan tidak boleh ikut di Porda Jabar XIII. Termasuk untuk Glen dan Ressa," ujar Sekretaris Umum Pengprov PRSI Jabar, Torret Koesbiantoro saat ditemui di sekretariat Pengprov PRSI Jabar, Kolam Renang Prestasi, komplek olahraga Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (27/8/2017). ‎Jika kedua atlet tersebut berlaga di Porda Jabar XIII, hal tersebut sudah jelas-jelas menyalahi aturan. Pasalnya, berdasarkan aturan, setiap atlet itu harus berdomisili di provinsi masing-masing setidaknya dalam lima tahun sebelum ada keinginan untuk pindah ke provinsi lain. "Glen dan Ressa itu kan baru pindah ke Jatim saat PON XIX pada September 2016 kemarin. Jadi tidak mungkin bisa berlaga di Porda Jabar XIII," terangnya. Torret menambahkan, untuk atlet yang bisa mengikuti Porda Jabar XIII harus berdomisili di kota/kabupaten di Jabar. Selain itu, jika atlet yang bersangkutan pindah dari provinsi lain mereka harus memenuhi aturan mutasi yang ditetapkan. "Kita pun menetapkan jika ‎atlet tuan rumah mendapat keuntungan lolos langsung tanpa melalui babak kualifikasi. Selain atlet tuan rumah, ‎ketentuan itu pun berlaku bagi atlet eks PON XIX dan atlet pelatnas SEA Games 2017," pungkasnya. (Ageng/Vina)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA