Bappenas ingatkan BNPT antisipasi ancaman terorisme siber

Aksi teror konvensional semakin sulit karena mekanisme pertahanan kita yang makin baik, maka harus diwaspadai ancaman yang dilakukan secara siber

Bappenas ingatkan BNPT antisipasi ancaman terorisme siber

JAKARTA

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mengingatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengantisipasi ancaman terorisme siber.

“Aksi teror konvensional semakin sulit karena mekanisme pertahanan kita yang makin baik, maka harus diwaspadai ancaman yang dilakukan secara siber,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang dalam Rapat Kerja BNPT di Jakarta, Kamis.

Bambang mencontohkan kasus peretasan bank di Bangladesh yang mengakibat hilangnya dana sebesar USD80 juta pada 2016 lalu.

Serangan siber tersebut dia kategorikan sebagai aksi teror yang berpeluang makin masif terjadi di masa depan.

Ancaman kejahatan ekonomi dalam skala besar, sambung dia, bisa menimbulkan kepanikan yang lebih tinggi di masyarakat dibanding aksi teror konvensional.

Dia meminta Kementerian Pertahanan, BNPT, serta Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) menyiapkan sistem pertahanan dan keamanan dari ancaman teror siber.

“BNPT juga harus memperkuat siber dalam konteks terorisme, bagaimana mencegah terorisme dalam artian luas,” ujar dia.

Selain itu, Bambang meminta BNPT memperkuat analisa intelijen terhadap aktivitas dunia maya yang berkaitan dengan aksi teror.

Proses agitasi dan perekrutan anggota kelompok teror telah berkembang melalui dunia maya.

Bambang mengatakan tidak menutup kemungkinan aksi teror pun ke depannya akan terjadi di dunia maya.

“Sekarang tidak hanya agitasi, action-nya dilakukan di dunia maya,” ujar Bambang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA