Banjir Bandung Selatan Mulai Surut, Satu Perempuan Pengungsi Pendarahan

Banjir Bandung Selatan mulai surut Rabu (5 3). Namun ribuan warga Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Genangan air banjir di pemukiman warga di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot dan B

Banjir Bandung Selatan Mulai Surut, Satu Perempuan Pengungsi Pendarahan

Oleh: Agus Dinar BANDUNG, FOKUSJabar.com: Banjir Bandung Selatan mulai surut Rabu (5/3). Namun ribuan warga Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Genangan air banjir di pemukiman warga di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang mulai surut. Hari ini ketinggian genangan air rat-rata 30 Cm, seblumnya genangan air tersebut mencapai 250 cm. Warga Kamoung dan Desa Andir Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Popon Karmanah (39) mengaku sejak kemarin mengungsi di GOR Kelurahan Baleendah. Meski mengaku kurang nyaman tidur beralaskan tikar, dia dan ratusan warga lainnya terpaksa harus bertahan. “Tidak punya Plihan lain, Diam di pengungsian sebelum air benar-benar surut. Kami tak mau jika air tiba-tiba mengepung kami,  di Andir air bisa datang sangat cepat. Kurang sigap kami bisa terbawa arus air itu,” katanya. Menurut Popon, karena banjir, yang datang datang mendadak, terpaksa meninggalkan semua perabotan rumah tangga. Banjir kemarin yang datangnya tiba-tiba, membuat dia dan warga lainnya tak sempat menyelamatkan harta bendanya. "Ya semuanya ditinggal, yang penting menyelamatkan nyawa. Ngungsi juga hanya pakaian yang nempel di badan saja," kata Popon. Di pengungsian Gedung Inkanas, akibat kelelahan, Aminah (44), warga Kampung Cigosol RT 06 RW 09 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah  mengalami pendarahan. Dia harus menjalani perawatan di RSUD Al Ihsan. "Korban pendarahan sudah dirujuk ke RS Al Ihsan untuk mendapat penanganan lebih lanjut," ungkap Kabid Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, Cecep Hendrawan di Posko BPBD GOR Inkanas Baleendah. Cecep mengatakan, pendarahan yang dialami Aminah diperkirakan karena stres, akibat rumah dan harta bendanya terendam banjir. Kondisi itu diperparah oleh situasi di penampungan pengungsi Inkanas yang dianggap tidak nyaman untuk beristirahat. "Banyak faktor yang bisa mengganggu kesehatan fisik dan jiwa para pengungsi ini. Makanya kami selalu mendampingi dan mengawasinya. Sehingga, jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,langsung kami tangani. Seperti ibu Aminah ini sudah kami rujuk ke RSUD Al Ihsan, kondisinya mulai membaik," kata Cecep.(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA