Awas Serangan Fajar, Polda Akan Antisipasi

Pesta rakyat yang digelar lima tahun sekali acap kali diwarnai aksi tidak terhormat, salah satunya money politic (politik uang) alias serangan fajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran Polda Jawa Barat akan melakukan pengamanan terpadu guna.

Awas Serangan Fajar, Polda Akan Antisipasi

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pesta rakyat yang digelar lima tahun sekali acap kali diwarnai aksi tidak terhormat, salah satunya  money politic (politik uang) alias serangan fajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran Polda Jawa Barat akan melakukan pengamanan terpadu guna. [caption id="attachment_24875" align="aligncenter" width="460"] Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya(Foto: web)[/caption]   "Untuk antisipasi hal tersebut, kita akan melakukan pengamanan secara terpadu, diharapkan dapat mengantisipasi atau paling tidak mengurangi," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Tubagus Anis Angkawijaya, dalam keterangan persnya 'Tentang kesiapan Polda Jabar dalam pengamanan Pilgub Jabar 2013', di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hata, Rabu (6/2). Serangan fajar tersebut sering kali dilakukan dengan modus beragam, seperti melalui jemaah masjid dan modus lainnya. Hal tersebut mengacu pada pengalaman di beberapa daerah lain yang menggunakan jemaah masjid sebagai target untuk penggalangan suara. "Sebelum pemilihan suara seperti ketika selesai sholat subuh, jamaah sangat banyak. Dan begitu pulang mereka dikasih amplop lantas disuruh memilih salah satu calon. Biasanya yang ke masjid sedekah kok ini malah disedekahi," ujarnya. Sistem pengamanan yang akan dijalankan jajarannya dengan menempatkan anggota untuk berpatroli dan anggota intel di beberapa wilayah strategis, terutama di daerah yang dinilai sering terjadi seraga fajar. Meskipun demikian, dia tetap berharap dan menghimbau agar semua warga, semua yang terlibat dalam pesta rakyat mendatang menjauhi dan tidak melakukan hal tersebut. "Saya rasa warga Jawa Barat sendiri terkenal jujur dan santun dan tidak akan mau menggadaikan nasib selama lima tahun kedepan dengan sejumlah uang, karena warga Jabar merupakan pemilih cerdas," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA