Asik ! Jabar Selatan Punya Jalan Baru

Tiga ruas jalan di wilayah Jawa Barat Selatan, seperti Pangalengan BTS Bandung Garut (Cukul), Talegog, Jalan Cikajang Pameungpek, kemudian pergantian jalan dan jembatan pada ruas Telegog Cisewu dan Rancabuaya. caption id attachment 23676 align alig

Asik ! Jabar Selatan Punya Jalan Baru

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Tiga ruas jalan di wilayah Jawa Barat Selatan, seperti Pangalengan-BTS Bandung/Garut (Cukul), Talegog, Jalan Cikajang-Pameungpek, kemudian pergantian jalan dan jembatan pada ruas Telegog-Cisewu dan Rancabuaya. [caption id="attachment_23676" align="aligncenter" width="460"] Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Peresmian Jalan Pangalengan ( Foto: Humas Pemprov Jabar)[/caption] Pembangunan ruas jalan senilai Rp232 miliyar itu, diharapkan bisa memperlancar pergerakan orang dan barang, sehingga bisa memacu pertumbhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung, melalui rilisnya kepada Fokusjabar.com, Jum'at (1/2). Adapun pengerjaan jalan tersebut, Pangalengan-Talegong sepanjang 21,7 kilometer, termasuk pembuatan jalan baru sepanjang 3,9 kilometer, telah menghabiskan biaya sekitar Rp59,5 miliyar. Kemudian ruas Jalan Cikajang-Pameungpeuk sepanjang 24,9 kilometer menghabiskan Rp52,9 miliyar dan terakhir Jalan Talegog-Rancabuaya, yakni untuk peningkatan jalan sepanjang 36,4 kilometer, termasuk juga penggantian jembatan, menghabiskan dana sekitar Rp89,7 miliar. Dia beharap, selain bisa membuka lapangan kerja baru, perbaikan akses jalur selatan juga bisa mempermudah wisatawan menuju kawasan wisata yang ada. Yang jelas jalur strategis poros tengah Jabar baigian selatan ini diharapkan bisa membantu mendorong dunia usaha yang ada. "Selanjutnya kita siapkan pembangunan makra dan penerangan jalan. Ini sudah kita programkan tahun ini. Tapi masyarakat harus bisa menjaga jalan baru ini dan dibutuhkan kesadaran dari pengguna jalan. Pokoknya kendaraan pun harus menyesuaikan beban," jelasnya. Saat ini pembangunan jalan provinsi sesuai data kerusakan yang masuk, sudah dialokasikan 40 persen, kemudian tengah dan utara 30 persen. Artinya pengalokasian anggaran pembangunan jalan disesuaikan dengan kebutuhan di suatu wilayah. "Saya menargetkan jalan provinsi 100 persen mantap dari kondisi saat ini yang hanya 97,5 persen kemantapannya. Dengan begitu, anggaran yang ada bisa dialokasikan membantu jalan di kabupaten/kota yang rusak," pungkasnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA