Serangan rezim Assad ke Idlib masih berlanjut

Tujuh warga sipil terluka dalam serangan artileri dan roket ke daerah pemukiman sipil di provinsi Idlib

Serangan rezim Assad ke Idlib masih berlanjut

IDLIB

Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata pada perjanjian Sochi dengan menyerang wilayah pemukiman di selatan zona de-eskalasi Idlib.

Tujuh warga sipil terluka dalam serangan artileri dan roket ke daerah pemukiman sipil di provinsi Idlib.

Pasukan rezim Assad melancarkan serangan artileri secara bertubi-tubi ke daerah Jarjanaz, Al-Tuh, Tamaniyah dan Sukaiq di Idlib, dan desa Lataminah, Morik dan Hasraya di wilayah utara Hama.

Semetara tujuh warga sipil terluka dalam serangan pasukan rezim pada malam hari.

Badan Pertahanan Sipil White Helmets masih melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di antara puing-puing di permukiman yang menjadi target serangan-serangan tersebut.

Seorang anak tewas dalam serangan artileri dan roket yang dilancarkan oleh pasukan rezim di pada Rabu pagi.

Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.

Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.

Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.

Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.

Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA