Sekutu dekat Thaksin maju dalam Pemilu Thailand

Thaksin tidak akan berkampanye, karena membuat partai berisiko dibubarkan militer

Sekutu dekat Thaksin maju dalam Pemilu Thailand

JAKARTA

Partai Pheu Thai, yang digulingkan dari kekuasaan oleh militer dalam kudeta tahun 2014, Kamis, memilih sekutu dekat mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra sebagai kandidat utama perdana menteri dalam pemilihan umum 24 Maret mendatang, dilansir Chanelnewsasia.

Sudarat Keyuraphan dari Pheu Thai akan berhadapan dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dalam pemilihan, meskipun Prayuth belum mengatakan dia akan menerima pencalonan dirinya dari partai pro-militer.

Pada Jumat Prayuth dijadwalkan berpidato tentang keberhasilan pemerintah hampir lima tahun berkuasa.

Politisi veteran, Sudarat, 57, adalah sekutu lama Thaksin yang membantu mendirikan Partai Rak Thai, pendahulu Pheu Thai.

"Saya telah menerima peran kepemimpinan. Sekarang saya siap untuk mengikuti kontes menjadi perdana menteri," kata Sudarat kepada Reuters dalam wawancara eksklusif pada hari Kamis.

"Saya yakin Pheu Thai akan memenangkan pemilihan ini," tambahnya.

Partai-partai yang setia kepada Thaksin telah memenangkan setiap pemilihan di Thailand sejak 2001.

Thaksin digulingkan oleh militer pada 2006, dan saudara perempuannya Yingluck digulingkan sebagai perdana menteri pada 2014.

Keduanya kini buron setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi dan kelalaian.

Sudarat mengatakan kepada pada Rabu bahwa partai itu akan mematuhi undang-undang pemilihan yang disahkan oleh pemerintah yang melarang Thaksin mempengaruhi kampanye.

"Dia [Thaksin] tahu bahwa jika dia ikut campur maka partai itu bisa mengambil risiko dibubarkan, jadi dia tetap jelas," katanya.

Undang-undang dasar konstitusi dan pemilu Thailand yang didukung militer menetapkan bahwa partai politik dapat mengajukan hingga tiga kandidat untuk perdana menteri. Semua partai harus mendaftarkan kandidat perdana menteri mereka ke Komisi Pemilihan antara 4 dan 8 Februari.

Sementara Sudarat adalah nama teratas, dua kandidat Pheu Thai lainnya adalah mantan Menteri Transportasi Chatchart Sittipan, 52, dan mantan menteri kehakiman Chaikasem Sitisiri, 70.

Lawan utama Pheu Thai, Partai Palang Pracharat yang pro-militer, mengatakan akan mencalonkan Perdana Menteri Prayuth sebagai kandidat utamanya. Prayuth sekarang harus memutuskan apakah akan menerima nominasi itu.

"Saya masih punya waktu sebelum 8 Februari, tetapi saya senang," kata Prayuth kepada wartawan, Kamis.

Prayuth adalah panglima militer yang merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Yingluck Shinawatra pada tahun 2014 setelah protes jalanan yang berkepanjangan oleh pasukan pro-pembentukan yang mengatakan kebijakan populisnya membangkrutkan kas negara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA