Presiden Sudan desak dialog nasional untuk akhiri krisis

Beberapa jam setelah Omar al-Bashir menyampaikan pidatonya, aksi protes berlanjut di Kota Khartoum dan Omdurman

Presiden Sudan desak dialog nasional untuk akhiri krisis

KHARTOUM

Aksi protes berlanjut di Khartoum, Sudan, pada Rabu, beberapa jam setelah Presiden Omar al-Bashir menyampaikan pidato yang disiarkan di televisi.

Protes juga berlanjut di Omdurman, kota terbesar kedua di Sudan,di mana para demonstran meneriakkan slogan-slogan antirezim.

Polisi pun menyemburkan gas air mata dan menembakkan amunisi untuk membubarkan massa.

Kemudian, di hari yang sama, ribuan orang berkumpul di pusat Khartoum di mana mereka menggelar unjuk rasa tandingan untuk mendukung al-Bashir.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, al-Bashir berjanji untuk terlibat dalam "dialog nasional" yang melibatkan partai-partai oposisi dan kelompok-kelompok pemberontak, dan mendesak pihak-pihak yang berseteru untuk kembali ke meja perundingan menjelang pemilihan umum 2020.

"Kami ingin menyelesaikan krisis ini melalui dialog. Karena itu kami menyerukan oposisi dan pemberontak untuk duduk bersama dalam dialog nasional dan menyelesaikan masalah ini," ujar presiden.

Al-Bashir kemudian menuding negara-negara barat diam-diam memantik krisis ekonomi Sudan dan merencanakan untuk mengacaukan negara dengan "tentara bayaran".

"Kami tidak akan mentolerir sabotase oleh elemen asing," tegas dia.

Sudan telah diguncang gelombang protes sejak Desember lalu karena krisis ekonomi dan kegagalan pemerintah dalam memperbaiki krisis komoditas.

Otoritas Sudan mengatakan bahwa sedikitnya 19 orang telah tewas dalam demonstrasi, sementara kelompok oposisi menyebut total korban jiwa mencapai 40 orang. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA