Prancis akui Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela

Presiden Prancis menyebut pemilu yang memilih Presiden petahana Nicolas Maduro tidak sah

Prancis akui Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela

PARIS

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis menyatakan dukungannya untuk Juan Guaido, penjabat sementara presiden Venezuela.

"Setelah pemilihan tidak sah Nicolas Maduro pada Mei 2018, Eropa mendukung pembentukan kembali demokrasi. Saya memuji keberanian ratusan ribu rakyat Venezuela yang berbaris untuk kebebasan mereka," cuit Macron di Twitter.

Pernyataan itu disampaikan di tengah krisis pemerintah di Caracas, setelah Ketua Majelis Nasional Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai penjabat presiden Venezuela, sebuah langkah yang dengan segera diakui oleh AS.

Venezuela diguncang oleh sejumlah aksi protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Maduro mengecam keputusan Trump untuk mengakui Guaido, lalu mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk meninggalkan negara itu.

Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay mengikuti jejak itu sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Dia telah berulang kali mengecam AS, dengan mengatakan bahwa Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahannya di tengah kampanye sanksi yang luas.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA