Polri identifikasi kreator hoaks kontainer surat suara

Penyidik masih memperkuat alat bukti untuk menjerat kreator hoaks mengenai tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos

Polri identifikasi kreator hoaks kontainer surat suara

JAKARTA

Polisi memburu kreator isu hoaks mengenai tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan penyidik telah mengidentifikasi kreator dari konten hoaks tersebut.

“Untuk kreator dan buzzer sudah diidentifikasi, mengapa kita tidak langsung tangkap, Polri tidak mau berspekulasi. Kita menguatkan kembali alat bukti yang memang dibutuhkan,” kata Dedi di Jakarta, Senin.

Dedi menjelaskan pelaku yang bertanggungjawab atas tersebarnya isu hoaks ini terbagi dalam tiga kategori yakni kreator, buzzer, dan masyarakat yang menyebarkan konten tanpa klarifikasi.

Polisi, kata dia, bisa menjerat kreator dan buzzer dengan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Tim Siber Polri tengah mengidentifikasi suara dari video viral yang menyatakan adanya penemuan surat suara tersebut.

Voice itu akan kita identifikasi. Apabila alat bukti sangat kuat, penyidik tidak ragu mengambil langkah hukum selanjutnya,” Dedi menambahkan.

Penyidik telah menangkap tiga orang penyebar isu hoaks surat suara melalui media sosial.

Penangkapan terbaru, kata Dedi, penyidik mengamankan penyebar berinisial J di Brebes, Jawa Tengah.

Sebelumnya penyidik lebih dulu menangkap penyebar berinisial HY di Bogor, Jawa Barat dan LS di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“J ini perannya sama dengan HY dan LS. Dia menerima konten tanpa mengonfirmasi dan langsung memviralkan,” jelas Dedi.

Dedi mengatakan polisi tidak menahan ketiga tersangka atas pertimbangan peran mereka yang hanya sebagai penyebar hingga membuat konten itu menjadi viral.

Ketiga tersangka pun tidak mengenal satu sama lain, kata Dedi.

Dia mengingatkan masyarakat untuk bijak dan cerdas menggunakan media sosial dan tidak meneruskan informasi yang tidak teruji kebenarannya.

Sebelumnya, beredar rekaman dan informasi di media sosial mengenai adanya surat suara yang telah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Video itu mengabarkan ada tujuh kontainer surat suara yang ditemukan oleh TNI Angkatan Laut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemudian menyatakan informasi tersebut sebagai hoaks setelah menelusuri langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA