Nigeria minta militer tinggalkan kantor surat kabar

Setidaknya empat staf Daily Trust, harian nasional yang berkantor pusat di Abuja, ditangkap dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui

Nigeria minta militer tinggalkan kantor surat kabar

LAGOS, Nigeria

Pemerintah federal Nigeria memerintahkan pasukan militer untuk meninggalkan kantor sebuah surat kabar di beberapa bagian negara itu beberapa jam setelah pasukan menyerbu kantor tersebut dan menangkap sejumlah wartawan atas sebuah laporan yang mereka anggap melanggar keamanan nasional.

"Pemerintah federal mengarahkan militer untuk mengosongkan kantor Daily Trust dan perintah itu telah dipatuhi," kata juru bicara kepresidenan Garba Shehu, Minggu malam, ketika kritik terhadap tentara dan pemerintah meningkat.

Setidaknya empat staf Daily Trust, harian nasional yang berkantor pusat di Abuja, ditangkap dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui, Minggu.

Penangkapan terjadi beberapa jam setelah surat kabar itu menerbitkan laporan yang merinci persiapan militer untuk melancarkan serangan terhadap teroris Boko Haram yang bangkit kembali.

Shehu mengatakan masalah antara militer dan surat kabar, yang terjadi karena mereka mempengaruhi liputan perang di Timur Laut, akan diselesaikan melalui dialog.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin pagi, tentara mengatakan bahwa invasi kantor-kantor surat kabar itu tidak bertujuan untuk mengintimidasi pers tetapi untuk menegaskan bahwa laporan-laporan media harus mempertimbangkan kekhawatiran akan keamanan nasional dan keselamatan pasukan.

"Pengungkapan informasi keamanan rahasia merupakan pelanggaran keamanan nasional dan bertentangan dengan Bagian 1 dan 2 dari Undang-Undang Rahasia Resmi," kata jurubicara militer Sani Usman dalam pernyataan itu.

Usman mengatakan laporan tersebut memberi informasi kepada teroris Boko Haram tentang rencana tentara Nigeria dan memberi mereka peringatan dini untuk bersiap melawan, sehingga menyabotase operasi yang direncanakan dan menempatkan nyawa pasukan dalam bahaya.

"Karena itu, kami menyarankan semua orang, terutama jurnalis, untuk tidak khawatir dan untuk menjadi profesional karena Angkatan Darat Nigeria tidak berniat memberangus pers atau membahayakan kebebasan pers," ujarnya.

Pernyataan itu menambahkan bahwa tentara hendak mengingatkan para jurnalis untuk menghindari bahaya keamanan nasional dalam laporan mereka dan tidak akan mentolerir situasi di mana publikasi secara konsisten berpihak pada teroris dan merusak institusi militer.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA