NATO prihatin peningkatan ketegangan Rusia-Ukraina

Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg meminta Rusia untuk segera membebaskan para pelaut dan kapal Ukraina yang disita

NATO prihatin peningkatan ketegangan Rusia-Ukraina

BRUSSELS

NATO pada Kamis menyatakan keprihatinannya atas ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina akibat konfrontasi di Laut Azov.

“Kami prihatin dengan ketegangan yang meningkat di sekitar Laut Azov. Tidak ada pembenaran untuk penggunaan kekuatan militer Rusia terhadap kapal dan pelaut Ukraina,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko di markas NATO Brussels.

Stoltenberg menyatakan bahwa Ukraina adalah mitra NATO yang sangat berharga, meminta Rusia untuk membebaskan para pelaut dan kapal yang ditangkap dan memungkinkan navigasi bebas di laut itu.

“Ini adalah bagian dari pola perilaku destabilisasi Rusia. Kami melihat di timur Ukraina, pelanggaran gencatan senjata dilaporkan setiap hari,” katanya, mengacu pada perkembangan terbaru di Laut Azov.

Rusia menyita dua kapal angkatan laut Ukraina dan sebuah kapal tunda angkatan laut bersama dengan 24 awak di Krimea pada akhir November, menuduh kapal-kapal tersebut memasuki perairannya dan memprovokasi konflik.

Rusia melakukan intervensi ketika kapal-kapal Ukraina bergerak dari pelabuhan Laut Hitam Odessa ke pelabuhan Mariupol di Laut Azov.

Tindakan itu semakin merenggangkan hubungan antara Moskow dan Kiev, yang berselisih sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea setelah referendum yang kontroversial.

Stoltenberg mengatakan bahwa NATO memberikan Ukraina dukungan politik yang kuat.

Sementara itu, Poroshenko mengatakan bahwa Rusia telah melintasi garis merah dengan melepaskan tembakan di perairan internasional dan mereka tidak akan membiarkan insiden itu dibiarkan begitu saja.

Dia juga menyambut baik dukungan NATO untuk negaranya dalam melawan tindakan Rusia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA