Menlu Palestina kecam ICC karena tunda penyelidikan terhadap Israel

Penundaan penyelidikan atas kejahatan perang Israel akan membahayakan kredibilitas Mahkamah Pidana Internasional, kata Riyad al-Maliki

Menlu Palestina kecam ICC karena tunda penyelidikan terhadap Israel

DEN HAAG, BELANDA

Menteri luar negeri Palestina mengkritik Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena keterlambatannya dalam menyelidiki Israel atas kemungkinan kejahatan perang terhadap Palestina.

Berbicara pada pembukaan sesi ke-17 Majelis Negara Anggota ICC di Den Haag, Belanda, Riyad al-Maliki mengungkapkan bahwa ICC telah melakukan penyelidikan awal terhadap kemungkinan kejahatan perang Israel di wilayah Palestina yang diduduki, tetapi menurutnya, menunda penyelidikan secara terus-menerus akan merusak kredibilitas pengadilan itu.

"Berapa banyak lagi rumah-rumah Palestina harus dihancurkan, keluarga terlantar, warga disiksa dan anak-anak dibunuh oleh penjajah Israel sebelum ICC meluncurkan penyelidikan terhadap mereka?" kata al-Maliki.

Dia kemudian menyoroti kegagalan ICC untuk mengadili pejabat senior Israel meskipun empat tahun telah berlalu sejak penyelidikan awal.

"Korban-korban warga Palestina telah menunggu cukup lama untuk sebuah keadilan," kata al-Maliki.

"Penundaan dalam penyelidikan adalah penundaan dalam membawa keadilan dan memberikan impunitas kekuasaan pendudukan serta lebih banyak waktu untuk melakukan kejahatan setiap harinya," ungkapnya kepada Jaksa ICC Fatou Bensouda.

Selama sembilan bulan terakhir, warga Palestina di Gaza telah menggelar demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel untuk menuntut hak untuk kembali ke tanah leluhur mereka setelah diusir pada 1948 dari tempat yang sekarang dikuasai Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pesisir dan merampas komoditas pokok dari dua juta penduduknya.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 210 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka oleh serangan pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA