Menghindari ancaman, PBB tarik 260 staf di Nigeria

PBB menarik sekitar 260 staf di wilayah timur laut negara itu untuk mengantisipasi ancaman serangan-serangan

Menghindari ancaman, PBB tarik 260 staf di Nigeria

ABUJA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menarik sekitar 260 karyawannya di Nigeria karena alasan keamanan.

Juru bicara Kantor PBB di Nigeria Samatha Newport mengumumkan bahwa PBB menarik sekitar 260 staf di wilayah timur laut negara itu untuk mengantisipasi ancaman serangan-serangan.

"Sekitar 260 staf yang bertugas memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah Monguno, Kala/Balge dan Kukawa di timur laut Nigeria ditarik karena bentrokan yang terus berlangsung di wilayah tersebut," kata Newport.

Lebih dari 30 ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka di negara bagian Borno karena meningkatnya serangan kelompok bersenjata yang diduga anggota organisasi Boko Haram.

Boko Haram memulai aksi kekerasan sejak awal 2000-an. Setelah kematian pemimpinnya, Muhammad Yusuf di tahanan Nigeria pada 2009, kelompok ini melancarkan kekerasan yang menyebabkan sekitar 17.000 orang meninggal.

Organisasi tersebut bertanggung jawab atas penculikan sejumlah tentara dan sejak awal tahun ini mereka telah memperluas jangkauan aksi serangannya ke negara tetangga seperti Kamerun, Benin, Chad, dan Niger.

Ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan kampung halamannya akibat serangan teror dan konflik di negara tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA