Jerman: Sanksi AS akan perkuat radikalisme di Iran

Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan Uni Eropa akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memungkinkan hubungan bisnis dengan Iran

Jerman: Sanksi AS akan perkuat radikalisme di Iran

BERLIN

Jerman pada Selasa mengkritik sanksi baru AS terhadap Iran, memperingatkan bahwa sanksi tersebut dapat mengarah pada destabilisasi dan memperkuat gerakan radikal di negara itu.

"Kami merasa ini langkah yang salah," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada konferensi pers di Berlin, menambahkan bahwa Jerman akan mengambil langkah yang tepat bersama dengan mitra Uni Eropa untuk menjaga perjanjian nuklir dengan Iran tetap dijalankan.

"Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar ekonomi Iran tidak runtuh sepenuhnya dan menyebabkan destabilisasi yang justru akan mendukung kekuatan radikal di Iran," katanya.

Diplomat senior Jerman itu juga memperingatkan bahwa sanksi baru terhadap Iran dapat semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan menjadi ancaman bagi keamanan Eropa.

Dia menggarisbawahi bahwa perjanjian yang ditandatangani dengan Iran pada 2015 adalah cara paling efektif untuk mencegah Teheran mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan militer.

"Kami sekarang berupaya untuk membentuk instrumen baru di Uni Eropa, seperti kendaraan tujuan khusus, untuk memastikan bahwa bisnis dengan Iran masih dapat dilakukan," katanya.

Negara-negara adi daya pada 2015 sepakat untuk mencabut sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran sebagai imbalan dari persetujuan mereka untuk membatasi aktivitas nuklirnya untuk tujuan sipil dan perdamaian.

Pada Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian nuklir penting yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA