Iran sampaikan dukungan untuk pemerintah Venezuela

Jubir Kemlu Iran Qasimi menuturkan pihaknya berharap semua perselisihan dan masalah politik di Venezuela dapat diselesaikan secara damai dan cepat melalui jalur hukum yang berlaku

Iran sampaikan dukungan untuk pemerintah Venezuela

TEHRAN

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Qasimi membuat pernyataan tertulis yang mendukung pemerintah resmi serta mengecam langkah-langkah upaya kudeta yang berlawanan dengan konstitusi di Venezuela.

"Iran menentang segala bentuk intervensi dan langkah-langkah ilegal dan tidak sah menurut hukum di Venezuela,” ungkap pernyataan Qasimi seraya mengkritik campur tangan Amerika Serikat pada urusan dalam negeri Venezuela.

Qasimi menyatakan bahwa Iran mendukung pemerintah dan rakyat Venezuela dalam menghadapi upaya percobaan kudeta dan kebijakan politik yang menyudutkan rakyat Venezuela.

Selain itu, Jubir Qasimi menuturkan pihaknya berharap semua perselisihan dan masalah politik di Venezuela dapat diselesaikan secara damai dan cepat melalui jalur hukum yang berlaku.

Presiden Dewan Uni Eropa (UE) Donald Tusk menyatakan dukungan kepada Ketua Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido yang mengumumkan dirinya sebagai "presiden sementara" Venezuela.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Guaido, sebagai presiden sementara.

Langkah ini menyebabkan eskalasi paling signifikan dalam perseteruan yang sedang berlangsung antara Washington dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Beberapa saat sebelum pengumuman Trump, Guaido, seorang insinyur industri, mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara di hadapan massa di ibu kota Venezuela, Caracas.

Maduro mengecam keputusan itu, lalu mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk meninggalkan negara itu.

Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay mengikuti jejak itu sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Maduro telah berulang kali mengecam AS, dengan mengatakan bahwa Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahannya di tengah kampanye sanksi yang luas.

Venezuela diguncang sejumlah aksi protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan solidaritas untuk Maduro pada Kamis pagi setelah AS mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA