Iran: Kami akan kalahkan AS dengan produksi

Wakil Presiden Pertama Iran Jahangiri mengatakan, negaranya akan mengalahkan AS dan sanksi-sanksinya itu dengan pendirian yang kuat dari sektor produksi negaranya

Iran: Kami akan kalahkan AS dengan produksi

TEHERAN

Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jahangiri mengatakan bahwa agenda utama negaranya pada periode selanjutnya pasca-sanksi Amerika Serikat (AS) adalah produksi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jahangiri dalam pidatonya pada sebuah acara serah terima di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Iran.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintahannya akan memenangkan AS beserta sanksinya dengan lebih meningkatkan produksi di negaranya.

Jahangiri mengatakan, Presiden AS Donald Trump dan timnya tengah memainkan drama baru untuk Iran, oleh karena itu pihaknya harus membuat keputusan dengan hati-hati.

Dia menuturkan bahwa pemerintah harus menjelaskan kondisi negara kepada rakyat dengan penuh ketulusan, namun "Kami tak ingin membuat khawatir rakyat. Rakyat adalah pemilik utama revolusi dan negara ini,” lanjut Jahangiri.

“Tanpa dukungan dari rakyat, kita tak mungkin keluar dari kondisi berat ini.”

Meskipun begitu, “Kami tak mengatakan bahwa sanksi tersebut tak akan memberikan dampak negatif terhadap rakyat, namun kami harus meminimalkan dampak itu,” sambut Jahangiri.

Jahangiri meminta semua sektor produksi untuk lebih menambahkan kapasitas produksinya.

"Produksi Iran akan menjadi indikator paling penting untuk kekalahan AS. Kami akan mengalahkan AS dan sanksi-sanksinya itu dengan pendirian yang kuat dari sektor produksi,” seru dia.

Wakil Presiden Iran mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah tak setuju membuat tekanan ekonomi baru kepada rakyat serta mereka juga tak ingin membatasi kegiatan pertukaran mata uang asing yang akan mengganggu kegiatan impor dan ekspor.

Pada Senin, pemerintah AS menjatuhkan sanksi putaran kedua ke Iran. Sanksi itu menargetkan ekspor minyak, perkapalan, perbankan, dan seluruh bagian inti dari ekonomi Iran.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah berterima kasih kepada Trump.

Sanksi itu ditujukan untuk "mengubah" prilaku Iran, sehingga AS memberikan 12 tuntutan yang harus dipenuhi Iran untuk menghindari sanksi ekonomi.

AS berharap dapat mengurangi ekspor minyak Iran lebih dari 1 juta barel per hari.

Meskipun AS telah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015, namun penandatangan lainnya - China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Iran, Rusia dan Inggris - tetap mempertahankan kesepakatan itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA