Indonesia minta persoalan Rohingnya diselesaikan ASEAN

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Myanmar secara prinsip sepakat bahwa ASEAN dapat membantu lebih banyak dalam menyelesaikan isu terkait Rakhine

Indonesia minta persoalan Rohingnya diselesaikan ASEAN

JAKARTA

Indonesia meminta penyelesaikan konflik Rohingya di Rakhine State, Myanmar dapat diselesaikan melalui mekanisme ASEAN.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Perdamaian Rosemary A. Di Carlo di tengah-tengah debat pertama Dewan Keamanan PBB di New York.

"Kita menyampaikan hasil pertemuan Menlu ASEAN di chiang mai, Thailand. Dimana ASEAN diberikan ruang oleh Myanmar untuk memberikan kontribusi. Saya inginkan dunia internasional melalui PBB agar ASEAN diberikan ruang agar dapat berkontribusi lebih banyak di Myanmar,” ujar Menteri Retno dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Rabu malam.

Menteri Retno mengatakan Myanmar secara prinsip sepakat bahwa ASEAN dapat membantu lebih banyak dalam menyelesaikan isu terkait Rakhine.

PBB juga memberikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam membantu menghadirkan perdamaian di Afghanistan, kata Menteri Retno.

Dalam kesempatan lain, Menteri Retno juga melakukan pertemuan dengan Wakil Sekjen PBB untuk Misi Pasukan Perdamaian Jean Pierre Lacroix.

Menteri Retno menyampaikan Indonesia adalah salah satu kontributor dari pasukan perdamaian.

Menurut Menteri Retno, PBB sangat mengapresiasi pengiriman terbaru Indonesia untuk misi Monusco ke Kongo sebanyak 850 personel.

Indonesia juga menyatakan kesiapan pasukannya dari unit polisi untuk dikerahkan dalam misi perdamaian

"Indonesia meminta kepada PBB untuk menyegerakan pengiriman pasukan ini,” imbuh Menteri Retno.

Kementerian Luar Negeri mencatat Indonesia berada pada peringkat ketujuh sebagai kontributor pasukan perdamaian.

Tercatat, sebanyak 3.545 pasukan perdamaian Indonesia berperan aktif di wilayah konflik.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA