"Fattah tak ingin bertemu dengan Hamas di Mesir"

Fattah dikabarkan menolak untuk bertemu kembali dengan Hamas karena kesepakatan yang telah dicapai di Kairo sebelumnya gagal

RAMALLAH

Gerakan Fattah dikabarkan menolak usulan pemerintah Mesir untuk melakukan pertemuan antar lima kelompok Palestina, termasuk Hamas di Kairo.

Menurut penuturan sumber-sumber yang tak mau disebutkan namanya, otoritas Mesir telah mengajak lima kelompok Palestina, Hamas, Fattah, Jihad Islam, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), dan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) untuk berunding di Kairo sebelum pertemuan di Moskow pada 11 Februari mendatang.

Sumber-sumber tersebut menuturkan bahwa Fattah menolak untuk bertemu kembali dengan Hamas karena kesepakatan yang telah dicapai di Kairo sebelumnya gagal.

Bahkan Fattah berusaha membatalkan pertemuan tersebut dengan bernegosiasi intelijen Mesir.

Sementara hingga kini belum ada pernyataan resmi dari gerakan Fattah dan otoritas Mesir terkait masalah ini.

Delegasi pejabat tinggi gerakan Hamas dan Jihad Islam pada Minggu pergi ke Kairo untuk menghadiri undangan dari Mesir.

Anggota Biro Politik Hamas Husam Badran kemarin mengungkapkan bahwa pihaknya diundang oleh Mesir untuk menghadiri pertemuan antar kelompok-kelompok Palestina yang akan membahas upaya-upaya pemulihan persatuan nasional.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh bertemu dengan kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel di Kairo, ibu kota Mesir, ungkap pernyataan tertulis dari Hamas.

Pertemuan tersebut mencapai sebuah kesepakatan untuk menciptakan keadaan yang sesuai untuk membangun dialog nasional yang komprehensif di Palestina.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membicarakan penyelesaian perpecahan internal, persiapan pemilihan umum di seluruh Palestina dan akan mengatasi pemisahan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Hamas menekankan perlu mendirikan pemerintahan yang akan mempersatukan perbedaan-perbedaan antar kelompok di Palestina.

Kelompok-kelompok Palestina menandatangani "perjanjian rekonsiliasi" pada 12 Oktober 2017 lalu di Kairo, Mesir, yang mengakhiri perpecahan di Palestina. Israel mencaplok tanah Gaza dalam perang Arab-Israel pada 1967, namun berhasil dipukul mundur dari wilayah ini pada tahun 2005. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA