Dua kapal Malaysia picu ketegangan perbatasan dengan Singapura

Situasi ini menimbulkan protes dari para anggota parlemen Singapura

Dua kapal Malaysia picu ketegangan perbatasan dengan Singapura

JAKARTA

Malaysia masih tetap menaruh dua kapalnya di wilayah perairan Tuas yang diklaim masuk teritori Singapura, lansir Channel News Asia pada Jumat.

Tindakan ini berlangsung di tengah upaya kedua negara meredam ketegangan perbatasan usai Menteri Luar Negeri Singapura dan Malaysia bertemu.

Tindakan ini berlangsung di tengah upaya kedua negara meredam ketegangan perbatasan usai Menteri Luar Negeri Singapura dan Malaysia bertemu.

Situasi ini menimbulkan protes dari para anggota parlemen Singapura.

Anggota Parlemen Cheng Li Hui mempertanyakan tindakan apa yang diambil pemerintah Singapura jika kapal-kapal Malaysia terus menyusup.

Selain itu, anggota parlemen Lee Bee Wah bertanya apakah Singapura akan membawa masalah batas laut ke PBB untuk penyelesaian permanen.

Media Malaysia melaporkan bahwa Pedoman yang berisi 22 awak itu menggantikan MV Polaris, yang meninggalkan perairan Singapura pada Sabtu.

Kementerian Kelautan Malaysia bersikeras bahwa kedua kapalnya telah berada di perairan Malaysia.

"MV Pedoman menggantikan Polaris karena yang terakhir perlu mengisi ulang dan mengisi bahan bakar," kata seorang pejabat pemerintah Malaysia.

Rabu lalu, Ketua Menteri Johor Osman Sapian melakukan kunjungan ke Pedoman. Osman juga memposting foto di Facebook yang menunjukkan kunjungannya di atas kapal.

Minggu ini, ketegangan tampaknya mereda ketika para menteri luar negeri kedua negara bertemu.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah pada Selasa sepakat membentuk kelompok kerja untuk mempelajari dan membahas masalah-masalah hukum dan operasional terkait sengketa maritim.

Kelompok itu diketuai oleh Perwakilan Tetap Kemlu Singapura Chee Wee Kiong dan Sekretaris Jenderal Kemlu Malaysia Muhammad Shahrul Ikram Yaakob.

Kelompok bersama itu akan melaporkan hasil kerja mereka dalam dua bulan ke depan.

"Kedua Menteri Luar Negeri juga merasa senang dengan perkembangan yang dihasilkan dari pertemuan hari ini, dan menyambut langkah positif yang telah disepakati kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah dengan tenang dan konstruktif," ujar pernyataan bersama kedua menteri.

Hubungan kedua negara memanas setelah Malaysia berencana memperluas batas wilayahnya di Johor pada akhir Oktober lalu.

Malaysia juga berencana mengambil alih kendali ruang udara di Johor yang dikelola Singapura sejak 1974.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA