Denmark akui Guaido sebagai presiden Venezuela

Menlu Denmark Samuelsen menggambarkan Guaido sebagai sosok yang sangat berani

Denmark akui Guaido sebagai presiden Venezuela

COPENHAGEN

Menteri Luar Negeri Denmark Anders Samuelsen menyampaikan dukungan negaranya terhadap pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido "presiden sementara" Venezuela melalui sambungan telepon.

"Saya baru saja berbicara dengan Guaido, saya mengatakan kepadanya bahwa Denmark sepenuhnya mendukung rakyat Venezuela dalam memperjuangkan demokrasi,” ungkap Samuelsen dalam pernyataannya via Twitter.

Menlu Samuelsen menggambarkan Guaido sebagai sosok yang sangat berani.

“Sekarang ini adalah kesempatan terakhir bagi rezim Maduro yang menyalahgunakan wewenangnya untuk menentukan peta jalan demokrasi,” lanjut Samuelsen.

Denmark bergerak bersama dengan negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Jerman dan Spanyol dalam menanggapi perkembangan di Venezuela.

Peristiwa unjuk rasa yang dilakukan pada 23 Januari oleh kelompok oposisi dan pendukung pemerintahan Maduro di negara tersebut menggemparkan dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Guaido, sebagai presiden sementara.

Langkah ini menyebabkan eskalasi paling signifikan dalam perseteruan yang sedang berlangsung antara Washington dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Beberapa saat sebelum pengumuman Trump, Guaido, seorang insinyur industri, mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara di hadapan massa di ibu kota Venezuela, Caracas.

Maduro mengecam keputusan itu, lalu mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk meninggalkan negara itu.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menyebut upaya kudeta tersebut direncanakan di Washington, kemudian pemerintah AS memberikan instruksi secara terang-terangan kepada seluruh aktor dan pemerintah di dunia agar kudeta tersebut dapat berjalan.

Meksiko, Turki, Rusia, Iran, Kuba, China dan Bolivia menegaskan dukungan mereka terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA