China bantu bendung krisis pembayaran Pakistan

Selisih kekurangan neraca pembayaran didanai dengan bantuan Saudi dan China, kata menteri keuangan Pakistan

China bantu bendung krisis pembayaran Pakistan

ISLAMABAD, Pakistan

Krisis neraca pembayaran Pakistan berakhir setelah Beijing meyakinkan akan menyediakan kucuran utang jangka pendek kepada Islamabad, kata menteri keuangan Pakistan, Selasa.

Pengumuman ini dikeluarkan sehari sebelum tim dari Dana Moneter Internasional (IMF) dijadwalkan tiba di Islamabad untuk mendiskusikan paket bantuan finansial untuk negara tersebut.

Dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi, Menteri Keuangan Asad Umar mengatakan dalam kunjungan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ke China yang baru berakhir, Beijing setuju mengulurkan bantuan paket pinjaman kepada Pakistan.

"Pakistan sangat membutuhkan USD12 miliar untuk menutup selisih defisit transaksi berjalan, dan selisih ini nyaris tertutup dengan bantuan Arab Saudi dan China," kata Umar, tanpa memberikan detail tentang jumlah yang ditawarkan China.

Gubernur Bank Sentral Pakistan dan Sekretaris Keuangan Arif Ahmed Khan akan bertemu dengan pejabat China pada Jumat di Beijing untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang paket tersebut.

Masa depan perekonomian China terkait dengan Pakistan melalui Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), di mana dengan proyek ini China berharap dapat mendapatkan akses ke Laut Arab.

Arab Saudi pada bulan lalu mengumumkan paket bantuan finansial sebesar USD6 miliar untuk Pakistan dalam kunjungan Khan ke kerajaan.

Beijing dan Islamabad menandatangani 15 perjanjian dan nota kesepahaman selama kunjungan Khan, termasuk kesepakatan untuk menggunakan mata uang China dalam perdagangan bilateral, menggantikan dolar AS.

"Penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral akan menguntungkan kedua negara, karena China juga menawarkan mensubsidi nilai tukar bila kedua negara bertransaksi dengan mata uang lokal," ujar Umar.

Qureshi berkata kedua negara setuju meningkatkan dialog strategis mereka di level menteri luar negeri dan memperkuat kerja sama di semua bidang, termasuk pertahanan dan ekonomi.

China dan Pakistan juga menyetujui tawanan yang berasal dari masing-masing negara akan menjalankan masa hukuman di negara asal mereka, tambah Qureshi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA