YLKI: Bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat terselubung

Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas tarif pesawat meskipun Kementerian Perhubungan telah memberikan lampu hijau untuk kebijakan tersebut

YLKI: Bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat terselubung

JAKARTA

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan maskapai berbiaya murah seperti Lion Air, Wings Air, dan Citilink adalah untuk menaikkan tarif penerbangan secara terselubung.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas tarif pesawat meskipun Kementerian Perhubungan telah memberikan lampu hijau untuk kebijakan tersebut.

Maskapai juga diberikan waktu dua minggu untuk sosialisasi kebijakan itu. Namun, Tulus menganggap ada potensi pelanggaran terhadap hak konsumen.

“Sebab faktualnya pengenaan bagasi berbayar pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi pesawat menjadi naik,” ungkap dia dalam keterangan resmi, Jumat.

Oleh karena itu, Tulus mengatakan seharusnya Kementerian Perhubungan bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, tetapi juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut.

“Jika tak diatur dan diawasi, pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai,” tambah Tulus.

Dia menyebut kebijakan bagasi berbayar bisa menyundul tarif batas atas bahkan menyundul tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy, seperti Garuda dan Batik.

“Sementara service yang diberikan Lion Air serta Wings Air, dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier (LCC). Ini jelas tindakan tidak adil bagi konsumen,” tegas dia.

Tulus menambahkan kalau bagasi berbayar diterapkan tanpa standar harga yang jelas, maka kebijakan tarif batas atas dan batas bawah pada maskapai menjadi tidak berguna.

“Oleh karena itu, YLKI meminta Menteri Perhubungan untuk membatalkan rencana kedua maskapai tersebut menerapkan kebijakan bagasi berbayar,” pinta Tulus.

Dia mengimbau agar jangan sampai konsumen pesawat udara menjadi korban jasa pesawat udara dengan tarif kategori full services, tetapi kualitas pelayanannya masih kategori LCC.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA