Wapres buka pameran internasional industri pertahanan

Kita harus mempertahankan kedamaian dengan kekuatan untuk mempertahankan diri, ujar Jusuf Kalla

Wapres buka pameran internasional industri pertahanan

JAKARTA

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka pameran internasional teknologi industri pertahanan Indo Defence 2018 Expo & Forum, Rabu, di Jakarta.

Dalam sambutannya, Kalla mengatakan suatu negara membutuhkan keamanan dan pertahanan, oleh karena itu negara tersebut membutuhkan angkatan bersenjata dan senjata.

“Maka pameran ini memberikan kita pilihan pengetahuan yang baik bagaimana negara dapat mengembangkan teknologi pertahanan dan keamanan itu,” ujar Kalla, Rabu, di Jakarta.

Kalla menuturkan adagium lama bahwa dalam keadaan perang, kita harus siap untuk berperang. Dalam keadaan damai, kita harus siap untuk berperang dan dalam keadaan damai kita harus siap untuk damai.

Adagium tersebut, lanjut Kalla, membuktikan bahwa sebagian besar manusia mengharapkan kedamaian.

“Kita harus mempertahankan kedamaian itu dengan kekuatan untuk mempertahankan diri,” kata dia.

Kalla mengatakan bahwa saat ini ada banyak negara yang menghadapi konflik.

Begitu pula, tutur Kalla, selama 73 tahun merdeka, Indonesia menghadapi sederet konflik internal.

Sebagian konflik itu, menurut Kalla, diselesaikan dengan cara damai dan sebagian lainnya dengan kekuatan militer.

Saat ini, lanjut Kalla, berbagai negara tengah menghadapi kekhawatiran terkait ancaman terorisme.

“Oleh karena itu setiap negara harus bersiap dengan taktik dan kemungkinan berperang,” kata Kalla.

Indonesia menggelar Indo Defence 2018 Expo & Forum ke-8 di Jakarta, 7-10 November 2018. Ini merupakan ajang diplomasi pertahanan Indonesia sekaligus wadah promosi produsen pertahanan dan keamanan internasional yang digelar setiap dua tahun sekali.

Pameran ini digelar bersamaan dengan pameran kedirgantaraan dan helikopter Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.

Indo Defence kali ini diikuti oleh 867 peserta dari 60 negara. Juga 10 Menteri Pertahanan berbagai negara dan perwakilan lembaga pertahanan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA