Upaya persuasif diabaikan, Satgas Tinombala kejar kelompok Ali Kalora

Ali Kalora tidak kunjung menyerahkan diri hingga batas waktu yang ditentukan

Upaya persuasif diabaikan, Satgas Tinombala kejar kelompok Ali Kalora

JAKARTA

Satuan Tugas Tinombala tengah memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora setelah mereka enggan menyerahkan diri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Syahar Diantono mengatakan Satgas Tinombala berupaya mempersempit ruang gerak Ali Kalora untuk memudahkan pengejaran.

“Ada sembilan titik sekat di daerah Poso ini kita mulai mempersempit ruang gerak mereka,” kata Syahar di Jakarta, Rabu.

Upaya mempersempit ruang gerak juga mencegah Ali Kalora terhubung dengan masyarakat di sekitar area persembunyian mereka.

Menurut Syahar, pengejaran menjadi opsi karena Ali Kalora tidak kunjung menyerahkan diri hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kemarin sudah diupayakan secara persuasif. Sekarang fokus upaya pengejaran,” ujar dia.

Satgas Tinombala memburu 14 orang kelompok Ali Kalora yang bersembunyi di kawasan Gubung Biru, Poso, Sulawesi Tengah.

Kelompok Ali Kalora bertanggung jawab atas pembunuhan seorang penambang emas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada akhir Desember lalu.

Ali Kalora menjadi petinggi di MIT setelah sejumlah pimpinan kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap.

Pemimpin sekaligus pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016 lalu.

Satgas Tinombala kemudian menangkap Basri, yang merupakan tangan kanan Santoso pada September 2016.

Sedangkan salah satu pentolan kelompok ini, Sabar Subagio alias Daeng Koro telah lebih dulu tewas dalam baku tembak pada April 2015 lalu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA