Tsunami Selat Sunda: Korban meninggal jadi 281 orang

Diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan tsunami.

Tsunami Selat Sunda: Korban meninggal jadi 281 orang

JAKARTA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban meninggal dunia pada bencana tsunami di Selat Sunda hingga Senin mencapai 281 orang.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya juga mendata korban luka-luka mencapai 1.016 dan yang masih hilang sebanyak 57 hilang.

“Prioritas penanganan darurat saat ini adalah koordinasi, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, penanganan pengungsi, perbaikan darurat sarana prasarana yang rusak,” ujar Sutopo dalam pernyataan persnya, Senin.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

Menurut Sutopo, korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran, kelimanya adalah wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berhimpitan dengan Selat Sunda.

“Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain,” ujar dia.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat korban 207 orang meninggal dunia, 755 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 11.453 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 hotel dan vila rusak, 60 warung makan dan toko rusak, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 unit kendaraan rusak.

“Kemungkinan data korban dan kerusakan masih akan bertambah mengingat belum semua berhasil didata,” ujar dia.

“Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas.

Menurut Sutopo, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Diduga masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material yang dihanyutkan tsunami.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA