TNI: Kelompok Egianus Kogoya dalang pembunuhan 31 pekerja di Nduga, Papua

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebut kelompok tersebut memiliki senjata standar NATO

TNI: Kelompok Egianus Kogoya dalang pembunuhan 31 pekerja di Nduga, Papua

JAKARTA

TNI menyebut Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya merupakan pelaku pembunuhan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan kelompok tersebut juga menyandera dan memerkosa guru di Distrik Mapenduma pada Oktober lalu.

"Mapenduma dan lokasi pembunuhan [Yigi] tuh tetangga kampung [berdekatan]. Jadi memang itu ya [kelompok itu]," jelas Aidi di Jakarta pada Selasa.

Aidi menyebut kelompok tersebut memiliki senjata standar militer NATO. Berdasarkan data intelijen TNI, sebagian senjata api tersebut berasal dari hasil rampasan yang dilakukan terhadap TNI dan Polri.

Dia juga menyebut ada senjata yang berasal dari negara lain, meski tidak memastikan dari negara mana senjata tersebut berasal.

"Kalau pabrikannya kita ketahui beberapa pabrik senjata di dunia misalnya ada yang dibuat di Perancis, Amerika, Rusia termasuk buatan Pindad sendiri. Tidak semua negara memiliki produksi senjata tapi semua negara memiliki angkatan bersenjata. Jadi bisa dari mana saja itu senjata-senjata itu," jelas dia.

Menurut dia, para pekerja tersebut dibunuh lantaran mendokumentasikan aktivitas kelompok itu saat merayakan jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Ada pekerja jalan yang ikut nonton dan ikut mengambil gambar dari kejadian itu, sehingga mereka marah, sehingga mereka membantai seluruh pekerja yg ada disana," tambah dia.

Dia juga menyebut kelompok itu tidak ingin perjuangannya terhambat karena adanya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Masyarakat yang merasakan dampak dari pembangunan tersebut, makin sejahtera mereka merasa bahwa makin banyak masyarakat yang pro terhadap NKRI," pungkas dia.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua membenarkan adanya penembakan terhadap 31 pekerja proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Puluhan pekerja tersebut dilaporkan telah meninggal dunia.

"Ada 31 pekerja meninggal dunia. Itu berdasarkan laporan dari tokoh masyarakat yang ada di sana," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal ketika dihubungi Anadolu Agency, Selasa.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA