Presiden: Revisi pemberian remisi pembunuh wartawan masih dalam proses

Sebelumnya, Pemerintah memangkas hukuman Susrama dari penjara seumur hidup menjadi tersisa 20 tahun tambahan

Presiden: Revisi pemberian remisi pembunuh wartawan masih dalam proses

JAKARTA

Presiden RI Joko Widodo menyatakan revisi pemberian remisi untuk terpidana pembunuhan jurnalis di Bali, I Nyoman Susrama masih dalam proses.

Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu mengatakan revisi pemberian remisi itu saat ini berada di Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly dan kementeriannya.

"Masih dalam proses semuanya. dalam proses di Dirjen di Menkumham," kata Joko Widodo di Jakarta.

Jokowi memastikan segera memutuskan permintaan revisi tersebut jika sudah berada di tangannya.

Sebelumnya, Pemerintah memangkas hukuman Susrama dari penjara seumur hidup menjadi tersisa 20 tahun tambahan.

Susrama telah menjalani hukuman selama 10 tahun hingga saat ini usai terbukti menjadi otak pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa

Pembunuhan Prabangsa bermula dari berita dugaan korupsi sejumlah proyek Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli, Bali, sepanjang Desember 2008 hingga Januari 2009 yang merugikan negara sebesar Rp4 miliar

Salah satu proyeknya adalah pembangunan TK dan SD bertaraf internasional yang dipimpin Susrama.

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) menggalang petisi melalui situs change.org menuntut Presiden Joko Widodo mencabut pemberian remisi bagi Susrama.

AJI menilai pemberian remisi ini sebagai sikap tidak mendukung kemerdekaan pers.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA