Presiden minta bantuan PKH dimanfaatkan untuk pendidikan

Presiden RI Joko Widodo menegaskan PKH sebagai program prioritas pemerintah dalam rangka mengurangi ketimpangan dan kesenjangan secara keseluruhan dialokasikan sebesar Rp34,4 triliun tahun ini

Presiden minta bantuan PKH dimanfaatkan untuk pendidikan

JAKARTA

Presiden Joko Widodo meminta Program Keluarga Harapan (PKH) digunakan untuk anak-anak Indonesia agar memiliki akses kepada pelayanan pendidikan.

Saat menyerahkan bantuan PKH kepada 1.000-an warga Depok, Jawa Barat, Presiden menegaskan PKH sebagai program prioritas pemerintah dalam rangka mengurangi ketimpangan dan kesenjangan yang dialokasikan sebesar Rp34,4 triliun tahun ini.

"Kita tahu bahwa yang namanya PKH ini adalah untuk urusan pendidikan anak. Jangan sampai dilupakan yang berkaitan dengan urusan pendidikan," kata Jokowi -- sapaan Presiden -- di Depok, Jawa Barat pada Selasa.

Presiden juga meminta keluarga penerima manfaat dapat menggunakan bantuan ini untuk meningkatkan kesehatan ibu dan peningkatan gizi anak melalui pembelian pangan yang mendukung hal tersebut.

"Saya ingin anak-anak ibu semua kalau anaknya sehat, pintar, sekolah setinggi-tingginya agar jangan ada yang takut untuk bermimpi. Anaknya bisa jadi menteri, bisa jadi presiden. Bisa, insya Allah," tutur dia.

Sebelumnya, bantuan PKH tetap per keluarga, sebesar Rp1.890.000. Mulai tahun 2019, Kepala Negara menjelaskan, pemerintah mengubah skema bantuan tersebut dengan menyesuaikan beban kebutuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Setiap tahunnya, bantuan tersebut diserahkan pemerintah bagi warga penerima manfaat ke dalam empat tahap penyerahan. Nominal yang disebutkan oleh Presiden saat bertanya pada penerima di atas merupakan pencairan untuk tahap pertama.

"Itu tahapan pertama. Berarti ada tahapan kedua, ada tahapan ketiga. Jumlahnya bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA