Presiden Jokowi samakan keadaan ekonomi dunia dengan Game of Thrones

Tidak ada gunanya menjadi pemenang di dunia yang sedang tenggelam, kata presiden Indonesia di hadapan para pelaku ekonomi dunia

Presiden Jokowi samakan keadaan ekonomi dunia dengan Game of Thrones

BALI

“Winter is coming,” ujar Presiden Indonesia Joko Widodo, menyebut kutipan dari serial Game of Thrones milik HBO yang sedang terkenal, untuk menggambarkan keadaan perekonomian dunia.

Presiden Jokowi, sapaan akrab Presiden, memberikan kata sambutan dalam sesi Annual Meeting Plenary di Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018 (AM IMF-WB 2018) di Nusa Dua, Bali, pada Jumat.

Pertumbuhan ekonomi memang menguat di Amerika Serikat, kata Presiden Jokowi, namun di tempat lain melemah. Perang dagang muncul, disrupsi teknologi menjungkirbalikkan keadaan, dan negara-negara berkembang menghadapi tekanan.

Lebih jauh lagi, lanjut dia, keseimbangan kekuasaan antara negara dengan perekonomian berbeda semakin jauh. Kenaikan harga minyak dan kekacauan dalam pasar mata uang semakin memperparah situasi.

“Dalam Game of Thrones, diceritakan beberapa keluarga saling berebut Iron Throne. Namun ketika mereka sibuk bertarung, mereka tidak melihat ancaman dari Evil Winter yang akan merusak dunia,” lanjut Presiden Jokowi.

Dia lalu menekankan pentingnya kekuatan bersama untuk menghadapi kekuatan yang hendak menghancurkan tatanan dunia.

“Apa yang dihadapi dunia ini adalah ancaman nyata, perubahan iklim yang menyebabkan badai dan topan, lautan yang penuh plastik. Ancaman ini bisa diatasi bila kita bekerja sama,” sebut presiden di hadapan para pelaku ekonomi dunia.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, lanjut dia, “Kita harus bertanya pada diri kita, apakah ini waktunya saling berperang dan berkompetisi? Atau apakah ini waktunya kita bekerja sama dan berkolaborasi?”

Masih merujuk pada serial Game of Thrones yang memasuki musim final pada tahun depan, Presiden Jokowi menutup kata sambutannya dengan sebuah pesan moral.

“Saya bisa memprediksi akhir serial ini. Bahwa konfrontasi akan berakhir tragis, bukan cuma untuk yang kalah tetapi juga untuk pihak yang menang.”

Karena, lanjut dia, kekalahan dan kemenangan ini hanya membawa dunia pada satu hal: kekacauan.

“Tidak ada gunanya merayakan kemenangan di tengah kekacauan. Tidak ada gunanya menjadi ekonomi terbesar di dunia, bila dunia itu sedang tenggelam,” kata Presiden Jokowi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA