Posisi investasi internasional Indonesia triwulan III stabil

PII Indonesia pada akhir triwulan III 2018 mencatat neto kewajiban sebesar USD297 miliar (28,5 persen terhadap PDB)

Posisi investasi internasional Indonesia triwulan III stabil

JAKARTA

Bank Indonesia merilis data Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2018 relatif stabil.

PII Indonesia pada akhir triwulan III 2018 mencatat neto kewajiban sebesar USD297 miliar (28,5 persen terhadap PDB), relatif sama dengan posisi neto kewajiban pada akhir triwulan sebelumnya.

“Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN) yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan posisi aset finansial luar negeri (AFLN),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resmi, Kamis.

Posisi KFLN Indonesia ujar Agusman, meningkat sejalan dengan masuknya aliran modal asing. Pada akhir triwulan III 2018, posisi KFLN naik USD1,6 miliar atau 0,3 persen (qtq) menjadi USD633,6 miliar.

“Peningkatan posisi KFLN tersebut didorong oleh masuknya aliran modal asing, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi lainnya,” jelas Agusman.

Perkembangan ini menurut dia, merupakan cerminan optimisme terhadap kinerja ekonomi domestik.

Peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor penguatan dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Kemudian untuk posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia lanjut Agusman, meningkat terutama didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk investasi lainnya.

Posisi AFLN pada akhir triwulan III 2018 naik 0,5 persen (qtq) atau USD1,5 miliar menjadi USD336,6 miliar. Selain investasi lainnya, peningkatan posisi AFLN juga ditopang oleh transaksi perolehan aset investasi langsung dan investasi portofolio.

“Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2018 masih tetap sehat,” tegas Agusman.

Kondisi tersebut menurut dia, tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif stabil di kisaran rerata negara peers sekitar 29 persen.

Di samping itu, dia menambahkan struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi instrumen berjangka panjang. Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural,” urai dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA