Polri kirim tim bantu Filipina ungkap identitas pelaku bom bunuh diri

Menurut juru bicara Polri, belum ada fakta yang mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan warga negara Indonesia

Polri kirim tim bantu Filipina ungkap identitas pelaku bom bunuh diri

JAKARTA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengirim tim untuk membantu identifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja di Jolo, Filipina.

Tim yang berangkat terdiri dari personil Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri, Detasemen Khusus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), juga Kementerian Luar Negeri RI.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Syahar Diantono mengatakan bantuan itu untuk memastikan identitas pelaku yang disebut otoritas Filipina sebagai warga negara Indonesia (WNI).

“Sampai sekarang belum ada kepastian data yang bisa memastikan bahwa itu benar-benar WNI. Dari Polri siap menurunkan tim membantu identifikasi ke sana,” kata Syahar di Jakarta, Rabu.

Polri, sambung dia, juga bersedia membantu mengungkap jaringan teror pada kasus bom Filipina tersebut apabila mereka ada di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri adalah pasangan suami istri WNI yang memiliki hubungan dengan Daesh.

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano.

Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.

Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.

Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA