Pemerintah: Pasokan energi Natal dan Tahun Baru aman

Ketahanan BBM jenis premium mencapai 19 hari, solar atau akrasol 21 hari, pertalite 20 hari, kerosene 59 hari

Pemerintah: Pasokan energi Natal dan Tahun Baru aman

JAKARTA

Pemerintah menjamin pasokan energi nasional tetap aman pasca-tsunami Selat Sunda.

Dalam siaran persnya, Senin, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penyediaan maupun distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Gas Bumi untuk rumah tangga tidak menemui kendala.

“Stok atau cadangan BBM dan LPG nasional dalam kondisi normal,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Agung Pribadi. 

Menurut dia, ketahanan BBM jenis premium mencapai 19 hari, solar atau akrasol 21 hari, pertalite 20 hari, kerosene 59 hari, pertamax/Akra 92 untuk 31 hari, pertamax turbo 40 hari, Pertamina Dex 44 hari, dexlite 20 hari, LPG 19 hari dan avtur 26 hari.

Pemerintah menyediakan penyediaan 50 mobil tanki BBM, 16 mobil dispenser, 27 kiosK Pertamax hingga 26 motoris di sepanjang jalur mudik natal dan tahun baru.

Untuk listrik, secara keseluruhan daya mampu pasok nasional dilaporkan sebesar 36.334,91 MW dengan beban puncak sebesar 32.389,06 MW. Sedangkan, cadangan daya nasional bisa mencapai 3.945,85 MW.

Pada sektor geologi, dua gunung api, yaitu Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih ditetapkan dalam status “awas”.

Sementara, Gunung Anak Krakatau dalam status “waspada” dengan mengeluarkan gempa tremor terus-menerus yang mengakibatkan tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung.

Terdapat empat lembaga penyalur di Lampung dan enam lembaga penyalur di Anyer yang berpotensi terdampak, namun kondisinya aman tidak ada kerusakan.

Begitu juga dengan kondisi TBBM Panjang, Tanjung Gerem dan depot LPG juga tidak ada kerusakan serta jalur penyaluran dipastikan aman.

Sementara itu, hingga pukul 19.00 WIB tanggal 23 Desember 2018 terdapat 146 gardu berhasil dinyalakan, 102 gardu masih padam dan 41 tiang SUTM roboh.

Di samping status gunung api, terdapat kejadian gerakan tanah hingga tanggal 23 Desember 2018 pukul 18.00 WIB di Barat Daya Palu, Sulawesi Tengah dan Barat Laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA