Pekerja Trans Papua korban penembakan belum terevakuasi

Pihak Istaka Karya belum bisa memberikan data rinci karena jenazah korban masih berada di lokasi kejadian

Pekerja Trans Papua korban penembakan belum terevakuasi

JAKARTA 

Pekerja jembatan Trans Papua yang menjadi korban penembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Ndagu, Papua belum bisa dievakuasi

Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Selasa, hingga Selasa siang korban masih berada di lokasi kejadian.

“Total pekerja kami dari daftar terakhir adalah 28 pekerja di dua lokasi [penembakan] tersebut,” kata Sigit Winarto kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut Sigit, para pekerja rata-rata berasal dari Sulawesi Selatan. 

Sigit belum bisa merinci data pasti pekerjanya yang menjadi korban.

“Menyangkut jumlah dan identitas masih perlu koordinasi di lokasi kejadian. Korban-korban tersebut belum bisa dievakuasi ke luar lokasi kejadian,” tambah Sigit.

Usai penembakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pembangunan jembatan di jalan Trans Papua di segmen lima ruas Wamena-Mamugu.

Pembangunan baru akan dilanjutkan setelah ada rekomendasi dari pihak keamanan. 

Istaka Karya bertugas membangun 14 jembatan dari total 35 yang akan dibangun di ruas Wamena-Mamugu.

Pada Senin, 3 Desember sekitar pukul 15.30 WIT, aparat keamanan mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penembakan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. 

Berdasarkan informasi itu, penembakan berlangsung pada Minggu, 2 Desember. 

Penembakan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA