Menaker: Indonesia butuh investasi sumber daya manusia

Menteri Hanif meminta semua pihak mendukung investasi SDM di Indonesia yang berasal dari dalam maupun luar negeri

Menaker: Indonesia butuh investasi sumber daya manusia

JAKARTA

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan Indonesia membutuhkan banyak SDM kompeten agar dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Dalam keterangan pers, Minggu, dia mengatakan kondisi angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD-SMP sehingga menjadi tantangan yang harus dijawab bersama oleh stake holder ketenagakerjaan termasuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB).

Menteri Hanif meminta semua pihak mendukung investasi SDM di Indonesia yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

"Tentu pemerintah memerlukan dukungan dari industri dan serikat pekerja agar SDM Indonesia memiliki keterampilan yang memadai dan sesuai kebutuhan pasar kerja" ujar Menteri Hanif.

Dia mencontohkan di beberapa negara investasi SDM tidak hanya dikelola oleh pemerintah saja. Di negara-negara Eropa, 70 persen investasi SDM dipegang oleh industri.

Menteri Hanig mengatakan di Amerika Serikat, kementerian yang membidangi ketenagakerjaan tidak memiliki satu pun vocational training center (pusat pelatihan vokasi). Selain dikelola oleh industri, vocational training center di Amerika Serikat dikelola oleh SP/SB.

"Pemerintah hanya fokus pada persoalan regulasi saja," kata dia.

Saat ini, mayoritas pelatihan vokasi di Indonesia menurut dia, masih dikelola oleh pemerintah melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

"Oleh karena itu, maka pemerintah terus menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi agar mereka ini dapat punya skill yang memadai,” lanjut Menteri Hanif.

Selain pelatihan vokasi, Kemenaker juga menggenjot percepatan peningkatan skill SDM melalui pemagangan yang melibatkan dunia industri. Tahun ini, program pemagangan telah berhasil melibatkan 170 ribu peserta. Ditargetkan, tahun 2019 akan meningkat hingga 400 ribu peserta.

"Ini sebagai salah satu cara cepat untuk meningkatkan SDM kita yang kompeten dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain," ujar dia.

Menteri Hanif mengungkapkan saat ini pasar kerja global sudah terintegrasi. Dengan adanya keterampilan yang memadai, tenaga kerja Indonesia dapat memilih pekerjaan di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Yang terpenting adalah pemerintah memastikan masyarakat agar memiliki keterampilan," imbuh Menteri Hanif.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA