Meksiko prioritaskan tiga isu sebagai Ketua MIKTA 2019

Meksiko menekankan pada kerja sama ekonomi, multilateralisme, dan penanganan terorisme

Meksiko prioritaskan tiga isu sebagai Ketua MIKTA 2019

JAKARTA

Meksiko resmi menjabat sebagai ketua forum lima negara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA) untuk periode 2019.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil keputusan Pertemuan Kementerian Luar Negeri MIKTA ke-14 di Yogyakarta pada Kamis yang dihadiri perwakilan kementerian luar negeri kelima negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko Julián Ventura Valero menyampaikan negaranya akan memprioritaskan tiga isu utama dalam menjabat Ketua MIKTA 2019.

Pertama, mendorong kerja sama ekonomi. Meksiko akan meningkatkan kerja sama perdagangan dan pariwisata antar anggota MIKTA.

Kedua, memperkuat multilateralisme dan kerja sama di forum-forum internasional.

“Kita ingin MIKTA lebih kuat, progresif, dan transparan,” ujar Valero.

Ketiga, tetap melanjutkan penanganan dalam isu terorisme dan juga memperkuat HAM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah mengemban keketuaan MIKTA pada 2018,” kata Valero.

Fachir menyampaikan Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan selama menjabat sebagai Ketua MIKTA, khususnya dalam penguatan ekonomi kreatif dan perdamaian global.

Fachir mengatakan ada tiga isu yang menjadi fokus utama selama menjabat Ketua MIKTA, yakni kontra terorisme, ekonomi kreatif, dan peacekeeping.

Indonesia, kata Fachir, juga mempromosikan MIKTA ke kampus-kampus dan menggelar sejumlah workshop yang melibatkan para ahli dan masyarakat.

Workshop itu antara lain terkait isu kontra terrorisme dan deradikalisasi.

“Indonesia juga menggelar MIKTA Interfaith Dialogue,” kata Fachir.

MIKTA pertama kali digagas pada pertemuan informal Menteri Luar Negeri G20 di Los Cabos, Meksiko, pada Februari 2012.

MIKTA resmi berdiri pada 2013 setelah pertemuan pertama para Menteri Luar Negeri MIKTA di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

MIKTA bertujuan mendukung penguatan tata kelola pemerintahan global dan berupaya mencari solusi dengan menjaga kerangka kerja sama multilateral, serta berkontribusi positif dalam mengatasi berbagai permasalahan dunia.

Sebagai forum middle power, MIKTA berperan sebagai pembangun jembatan antara negara-negara berkembang dan maju.

Pertemuan MIKTA dikoordinasikan secara bergantian oleh negara ketua untuk periode satu tahun yakni Meksiko pada 2013-2014, Korea Selatan 2014-2015, Australia 2015-2016 dan Turki 2017, dan Indonesia 2018.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA