Maskapai penerbangan diminta tak patok tiket dekati tarif atas pada libur Nataru

Menteri Budi Karya meminta hal itu agar masyarakat Indonesia Timur yang paling banyak merayakan natal bisa menikmati layanan tanpa biaya yang tinggi

Maskapai penerbangan diminta tak patok tiket dekati tarif atas pada libur Nataru

JAKARTA

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta maskapai penerbangan di Indonesia untuk tidak mematok tarif tiket pesawat mendekati tarif batas pada masa Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Budi meminta hal itu agar masyarakat Indonesia Timur yang paling banyak merayakan natal bisa menikmati layanan penerbangan tanpa dibebani biaya yang mahal.

"Semakin dekatnya masa angkutan Nataru, kami berharap agar maskapai jangan mematok tarif hingga batas atas, agar para pengguna angkutan udara terutama mereka yang merayakan Natal didominasi oleh saudara saudara kita di daerah Indonesia Timur," ujar Budi di Jakarta pada Kamis.

Dia mencatat pada periode Nataru 2018/2019, jumlah penumpang angkutan udara diprediksi mencapai 6,5 juta orang atau meningkat sekitar 8,76 persen ketimbang tahun lalu yang berjumlah 6,01 juta penumpang.

Untuk meningkatkan kerja sama keamanan, Kementerian Perhubungan menggelar penandatanganan komitmen dalam peningkatan keamanan dalam penerbangan.

Sekitar 70 operator penerbangan di Indonesia terdiri dari maskapai penerbangan, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara, operator navigasi penerbangan, operator bandara dan maintenance menandatangani komitmen keselamatan di Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan dengan adanya penandatanganan ini maka bisa meningkatkan kerja sama antara regulator dan industri penerbangan di bidang keamanan.

"Kita tidak bisa mengesampingkan safety. Meningkatkan safety adalah cara untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap dunia penerbangan nasional," ujar Polana di Jakarta pada Kamis.

Menurut Polana, keselamatan dan keamanan merupakan salah satu hal yang paling penting dalam industri penerbangan.

"Kuncinya di sini adalah untuk mewujudkan kelaikan udara yang berkelanjutan”, tambah dia.

Menteri Perhubungan menyambut baik adanya penandatanganan komitmen keselamatan itu.

"Transportasi sebagai bagian yang sudah sangat terinternalisasi dalam kehidupan sosial masyarakat kita dan telah menjadi bagian dari rutinitas kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, keselamatan transportasi penerbangan juga menjadi isu penting dan menjadi perhatian kita bersama, baik dalam kehidupan sebagai sebuah bangsa maupun dalam skala global", ungkap Budi Karya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA